Halalbihalal Partai Gelora Cilegon: Konsolidasi Politik, Perkuat Basis hingga Ajak Anak Muda Melek Kekuasaan

0-0x0-0-0#

CILEGON, WILIP.ID – Momentum Halalbihalal dimanfaatkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Kota Cilegon sebagai ajang konsolidasi sekaligus penguatan strategi politik menuju masa depan. Kegiatan yang digelar pada Minggu, 5 April 2026, di Hotel dan Resto Bintang Laguna itu tak sekadar seremonial, melainkan ruang merajut gagasan, mempererat jaringan, dan menegaskan arah perjuangan politik.

Ketua DPD Partai Gelora Kota Cilegon, Fikri Hanif Maulana, menegaskan bahwa kegiatan ini membawa nilai lebih dari sekadar silaturahmi. Ia menyebut, Halalbihalal menjadi medium untuk memperkuat manfaat—baik dari sisi kesehatan sosial, ekonomi, hingga penguatan jejaring kader.

“Melalui forum ini, kita tidak hanya saling memaafkan, tetapi juga membangun kekuatan bersama. Ada diskusi strategis bagaimana Partai Gelora ke depan bisa mencapai target politik yang lebih konkret,” ujarnya.

Menurutnya, konsistensi dan daya tahan kader menjadi kunci utama. Ia optimistis, dengan penguatan internal yang berkelanjutan, Partai Gelora mampu memperluas pengaruhnya di Kota Cilegon.

Tak hanya itu, suasana diskusi yang cair juga diwarnai berbagai pandangan dari tokoh dan kader yang hadir, mulai dari penguatan organisasi hingga strategi elektoral ke depan.

Tokoh masyarakat Cilegon, H. Nawawi Sahim, turut memberikan perspektif historis dan reflektif. Ia mengisahkan pengalamannya sebagai mantan politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sekaligus menyoroti pentingnya regenerasi dalam dunia politik.

“Kalau bukan orang-orang baik yang masuk ke politik, lalu siapa lagi yang akan memperbaiki keadaan? Anak muda jangan alergi politik, justru harus tampil dan berani menunjukkan identitasnya,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya mentalitas dan strategi dalam berpolitik, termasuk memahami momentum dan pendekatan yang tepat kepada masyarakat. Menurutnya, politik tidak hanya soal popularitas, tetapi juga kecerdasan membaca situasi.

Dalam pandangannya, kader muda harus aktif bersilaturahmi dan membangun kedekatan dengan masyarakat. Hal itu menjadi fondasi penting untuk meraih kepercayaan publik.

Sementara itu, Sekretaris DPW Partai Gelora Banten, H. Hikmatullah, menyoroti tantangan nyata dalam dunia politik saat ini. Mulai dari tingginya biaya politik hingga tuntutan pelayanan kepada masyarakat yang semakin kompleks.

“Menjadi anggota dewan hari ini bukan hal mudah. Selain biaya politik yang besar, tanggung jawab melayani masyarakat juga semakin tinggi,” katanya.

Ia menyebut Kecamatan Citangkil sebagai salah satu basis kuat Partai Gelora di Cilegon. Namun demikian, penguatan struktur dan kaderisasi tetap menjadi prioritas utama.

Hikmatullah juga menilai keunggulan Partai Gelora terletak pada konsistensi pendidikan politik bagi kader. Program edukasi rutin yang digelar setiap pekan dinilai mampu meningkatkan kualitas dan kesadaran politik anggota.

Mengutip pernyataan Fahri Hamzah, ia menegaskan bahwa pendekatan kepada masyarakat tidak boleh bersifat musiman.

“Kalau datang ke masyarakat hanya saat momentum politik, itu tidak akan efektif. Kedekatan harus dibangun sejak awal,” ujarnya.

Halalbihalal ini pun menjadi penegas bahwa Partai Gelora tidak hanya fokus pada agenda elektoral, tetapi juga berupaya membangun kultur politik yang sehat dan berorientasi pada pelayanan.

Dengan semangat ukhuwah dan persatuan, para kader didorong untuk terus aktif di tengah masyarakat. Pesan yang digaungkan pun jelas: politik harus diisi oleh orang-orang baik, agar arah pembangunan bangsa tetap berada di jalur yang benar.

 

(Has/Red)