CILEGON, WILIP.ID – Tokoh masyarakat Kota Cilegon sekaligus Wali Kota Cilegon periode 2010–2015, Tubagus Iman Ariyadi, menyampaikan apresiasi tinggi atas peresmian Monumen Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Kota Cilegon.
Menurut Iman, monumen tersebut bukan sekadar simbol fisik, melainkan menjadi bukti perjalanan panjang sejarah pers lokal yang digagas dengan penuh idealisme oleh Ketua SMSI Pusat Firdaus.
“Saya kira gagasan ini cukup panjang perjalanannya. Sejarahnya sudah diukir dan akan terus ditularkan kepada jurnalis-jurnalis muda,” ujarnya.
Iman menegaskan dirinya menjadi saksi sejak awal bagaimana Firdaus memikirkan kearifan lokal dengan semangat nasionalisme dalam membangun SMSI.
“Saya jadi saksi sejarah. Tidak ada yang saya tolak dari capaian ini. Ini membanggakan,” katanya.
Dalam refleksinya, Iman menekankan bahwa media memiliki peran penting sebagai penjaga idealisme dan pengontrol kekuasaan.
“Media itu idealisme. Ketika kekuasaan salah, harus dikritik secara sehat. Media objektif menjadi penyeimbang antara kepentingan kekuasaan dan kebutuhan publik,” tegasnya.
Ia juga menyebut tantangan dunia jurnalistik saat ini semakin berat, terutama dengan maraknya informasi hoaks dan fenomena.
“wartawan media sosial” yang berkembang melalui TikTok dan Instagram.
“Di tengah tantangan hoaks, pers profesional harus tetap berdiri sebagai pilar edukasi masyarakat,” tambahnya.
Iman juga mengenang perkembangan Cilegon dari masa awal berdirinya, ketika fasilitas pemerintahan masih sangat terbatas.
“Dulu kantor DPRD saja masih di rumah dinas walikota yang sekarang. Tapi saat ini Cilegon sudah sejajar dengan kota lain, alun-alun ada, kantor pemerintahan megah, DPRD juga berdiri kokoh,” ungkapnya.
Ia menyebut pembangunan ruang terbuka publik seperti alun-alun Cilegon merupakan salah satu langkah maju dalam sejarah pembangunan kota.
Iman berharap monumen SMSI menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda, khususnya para jurnalis, untuk terus menjaga marwah pers yang sehat dan berintegritas.
“Ini penghormatan untuk perjuangan pers di Cilegon. Semoga menjadi tonggak sejarah baru,” tutupnya.
(Pis/Red*)















