Menjaga Wajah Kota dari Grogol hingga Pulomerak, Dedikasi Petugas Kebersihan yang Tak Banyak Terlihat

CILEGON, WILIP.ID — Menjaga kebersihan kota bukan pekerjaan yang selesai dalam sehari. Di balik lingkungan yang tampak bersih dan nyaman, ada petugas yang setiap hari bekerja memastikan sampah tidak menjadi persoalan yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Hal itu pula yang dilakukan UPTD Pengelolaan Sampah Wilayah III Grogol-Pulomerak, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon. Dengan pola kerja yang terjadwal, tim lapangan secara rutin menyisir sejumlah titik di wilayah Grogol dan Pulomerak untuk memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga.

Petugas sapu bersih bergerak sesuai jadwal operasional yang telah ditetapkan. Ketika terdapat tumpukan sampah di titik tertentu, penanganan dilakukan sesuai mekanisme pelayanan dan cakupan wilayah kerja.

Pola tersebut menjadi bagian dari komitmen DLH Kota Cilegon dalam menjaga kualitas kebersihan lingkungan sekaligus memberikan pelayanan persampahan yang konsisten kepada masyarakat.

Masyarakat pun diharapkan memahami bahwa proses pengangkutan sampah dilakukan berdasarkan jadwal dan rute pelayanan. Karena itu, keberadaan sampah di suatu titik pada waktu tertentu tidak serta-merta menunjukkan bahwa kawasan tersebut luput dari perhatian petugas.

“Kalau masyarakat menemukan tumpukan sampah, diharapkan bersabar karena memang ada waktu atau jadwal tertentu untuk penanganannya,” ujar salah satu petugas.

Upaya tersebut terlihat dari sejumlah titik yang sebelumnya terdapat tumpukan sampah dan kini telah kembali bersih.

“Sekarang area itu sudah bersih. Ini menunjukkan pelayanan DLH semakin baik,” tambahnya, Selasa (29/9/2026).

Kasubag TU UPTD Pengelolaan Sampah Wilayah III Grogol-Pulomerak, Yuyu Wahyuli, mengatakan kebersihan lingkungan merupakan bagian dari pelayanan publik yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

Pihaknya, kata Yuyu, terus menjaga kebersihan di wilayah kerja, terutama pada kawasan-kawasan strategis yang memiliki mobilitas masyarakat cukup tinggi.

“Respons cepat dan kerja lapangan adalah bentuk tanggung jawab kami terhadap keindahan dan kesehatan lingkungan,” ujar Yuyu.

Bagi petugas kebersihan, rutinitas menyapu, mengangkut, dan membersihkan sampah mungkin terlihat sederhana. Namun pekerjaan tersebut memiliki arti penting dalam menjaga wajah kota sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat.

Di sisi lain, persoalan sampah tidak dapat sepenuhnya diselesaikan hanya melalui kerja pemerintah. Kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya serta menjaga lingkungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya tersebut.

Karena itu, pelayanan persampahan yang dilakukan pemerintah perlu berjalan beriringan dengan partisipasi masyarakat. Ketika keduanya bertemu, kebersihan bukan sekadar hasil dari aktivitas petugas, tetapi menjadi budaya bersama.

Melalui pelayanan yang rutin, respons terhadap kondisi lapangan, serta kolaborasi dengan masyarakat, UPTD Pengelolaan Sampah Wilayah III Grogol-Pulomerak terus berupaya menjaga kawasan Grogol dan Pulomerak tetap bersih, sehat, dan nyaman.

Sebab, kota yang bersih bukan hanya tentang sampah yang terangkut. Lebih dari itu, kebersihan adalah cermin kepedulian bersama terhadap ruang tempat masyarakat hidup dan beraktivitas.

(Alfa/Red)