BUMN, Ekbis  

Jelang RUPSLB Krakatau Steel, Kadin Cilegon Dorong Profesionalisme Direksi dan Suntikan Modal Negara

CILEGON, WILIP.ID – Menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang dijadwalkan pada akhir 2025, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon menyuarakan harapan besar terhadap arah kebijakan dan keputusan strategis yang akan diambil.

Wakil Ketua Kadin Kota Cilegon, Mulyadi Sanusi, menegaskan bahwa RUPSLB bukan sekadar agenda korporasi rutin, melainkan momentum penting untuk menentukan masa depan industri baja nasional. Pria yang akrab disapa Cak Moel ini menekankan pentingnya profesionalisme jika dalam RUPSLB tersebut terjadi perubahan struktur organisasi perseroan.

“Kalau memang dalam RUPS itu ada pergantian struktur, Kadin berharap posisi-posisi strategis diisi oleh orang-orang yang profesional, yang benar-benar mampu menggerakkan pabrik baja,” ujar Cak Moel, Selasa, 23 Desember 2025.

Menurutnya, Krakatau Steel membutuhkan sosok manajemen yang tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga memiliki kapasitas teknis dan visi industri. Ia merujuk pada masa lalu ketika perusahaan baja pelat merah itu pernah tumbuh pesat di bawah kepemimpinan figur-figur profesional.

“Bagaimana caranya PT Krakatau Steel ini bisa maju dan bertumbuh pesat, seperti yang dulu dilakukan oleh pejabat-pejabat yang memang profesional di bidangnya,” tambahnya.

Tak berhenti pada soal manajemen, Cak Moel juga menyampaikan harapan kedua yang dinilai krusial, yakni dukungan nyata negara terhadap Krakatau Steel melalui penyertaan modal, bukan skema pinjaman. Ia menyebut, industri baja merupakan fondasi strategis bagi kedaulatan ekonomi nasional.

“Kadin Kota Cilegon berharap kepada Kementerian BUMN, bahkan kepada Presiden Republik Indonesia, agar ada suntikan dana dari negara, bukan pinjaman,” tegasnya.

Menurut Cak Moel, beban utang justru berpotensi menghambat ruang gerak perusahaan dalam melakukan ekspansi dan pemulihan. Ia bahkan mengaitkan eksistensi Krakatau Steel dengan ketahanan negara secara lebih luas.

“Kalau bangsa ini tidak punya pabrik baja, atau pabrik bajanya runtuh, kelihatannya negara pun bisa ikut runtuh. Karena itu, yang dibutuhkan adalah suntikan modal, bukan pinjaman,” ujarnya.

Sebagaimana diumumkan manajemen, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk akan menggelar RUPSLB secara elektronik pada Selasa, 23 Desember 2025, melalui fasilitas Electronic General Meeting System (eASY.KSEI). Rapat ini menjadi forum resmi pemegang saham untuk mengambil keputusan penting, termasuk kemungkinan perubahan kebijakan strategis perusahaan.

Bagi Kadin Cilegon, RUPSLB kali ini menjadi titik penentu: apakah Krakatau Steel akan kembali dikelola dengan pendekatan profesional dan dukungan negara yang kuat, atau justru kembali terjebak dalam persoalan struktural yang berlarut-larut. Sebagai ikon industri baja nasional yang berlokasi di Cilegon, masa depan Krakatau Steel dinilai tidak hanya menyangkut perusahaan, tetapi juga denyut industri dan ekonomi nasional.

 

(Has/Red*)