CILEGON, WILIP.ID – Pemerintah Kota Cilegon mulai menepati janji-janji infrastruktur yang selama ini dinanti warga. Setelah Wali Kota Cilegon Robinsar turun langsung meninjau kondisi jalan rusak dan berlumpur di Kelurahan Ketileng pada Desember 2025 lalu, kini program pembangunan ruas jalan penghubung kawasan Succofindo–Perumnas Cibeber resmi masuk dalam jalur percepatan pembangunan.
Bagi warga Ketileng, ini bukan sekadar program betonisasi jalan. Ini adalah program pembebasan wilayah dari keterisolasian yang selama puluhan tahun menghambat pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, dan mobilitas warga.
Camat Cilegon, Maman Herman, menyebut proyek ini sebagai bukti keberlanjutan visi Wali Kota Robinsar dan Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo dalam mewujudkan keadilan infrastruktur.
“Dulu Kantor Kelurahan Ketileng ini berdiri di tengah sawah. Sekarang sudah menjadi kawasan permukiman padat, tapi akses jalannya masih rusak dan sebagian lahannya belum dibebaskan. Ini yang membuat wilayah ini seolah mandek,” ujar Maman usai Musrenbang Kecamatan Cilegon, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, keputusan Wali Kota turun langsung ke lapangan menjadi titik balik. Pemerintah tidak lagi hanya menerima laporan di atas meja, tetapi menyaksikan sendiri realitas warga.
“Pak Wali Kota melihat sendiri jalan becek dan rusak. Dari situ, percepatan langsung dilakukan. Ini bukti keberpihakan pada rakyat,” tegasnya.
Ruas Ketileng–Cibeber ini akan menjadi tulang punggung baru pergerakan ekonomi di wilayah barat Kota Cilegon. Jalan ini akan memangkas jarak tempuh, memperlancar distribusi UMKM, dan mengangkat nilai lahan warga.
“Kalau jalannya bagus, lurus, dan aman, ekonomi pasti ikut bergerak. UMKM hidup, mobilitas lancar, kawasan berkembang,” kata Maman.
Lebih strategis lagi, jalan ini akan menjadi jalur alternatif baru untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Palas dan Jalan D.I. Pandjaitan.
Secara teknis, jalur baru ini akan menghubungkan Gerbang Succofindo langsung ke Bundaran Perumnas Cibeber, tanpa harus lagi memutar melalui jalan sempit.
“Dari Succofindo lurus ke Cibeber. Bundaran hidup, arus kendaraan lancar, dan beban Palas berkurang,” ujarnya.
Lurah Ketileng, Hilman Setiaji, mengungkap akar masalah yang selama ini membuat program ini tak pernah berjalan.
“Sejak kami telusuri pada 2023, ternyata jalan menuju Kantor Kelurahan Ketileng tidak masuk dalam SK Jalan Kota. Artinya secara hukum bukan milik Pemkot. Selama lahan belum dibebaskan, tidak bisa dibangun,” katanya.
Inilah yang membuat berbagai usulan dari kelurahan, DPRD, bahkan Propinsi selalu mentok.
Perubahan baru terjadi ketika Robinsar turun langsung ke lokasi pada akhir Desember 2025. Bahkan, hampir satu setengah jam wali kota berada di lapangan meninjau kondisi riil.
“Beliau melihat sendiri kondisi becek dan rusak. Setelah itu proses langsung dipercepat. Bahkan beliau unggah langsung di Instagram—artinya ini sudah jadi agenda strategis kotadan populasinya,” ungkap Hilman.
Dalam Musrenbang Kecamatan Cilegon 2026, proyek ini resmi masuk tiga besar prioritas pembangunan, dengan cakupan:
- Pembebasan lahan sepanjang 789 kali 10 meter
- Pembangunan jalan beton
- Drainase dan pengendalian banjir
- TPT setinggi 1,5 meter sepanjang 400 meter
- Penerangan Jalan Umum (PJU) di sekitar kantor kelurahan
Sebanyak 32 bidang tanah terlibat, terdiri dari 24 sertifikat di Kelurahan Ketileng dan 8 di Kelurahan Karangasem, dengan 12 rumah terdampak langsung.
Namun yang menarik, sampai saat ini warga berharap, berdoa dan bersabar, semoga membuahkan hasil yang baik.
“Semua dokumen berbentuk foto copy sudah masuk—SHM / AJB, KTP, KK. Sekarang sudah tahap appraisal oleh KJPP dari Jakarta, dan PUTR” jelas Hilman.
Bagi Hilman, progran ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi tentang martabat pelayanan publik.
“Kami dua kali Lomba Kelurahan juara satu tingkat Kota Cilegon, tapi di provinsi hanya juara tiga. Salah satu faktornya ya karena akses ke kantor kelurahan yang becek dan tidak layak,” ujarnya.
Kini, Ketileng bersiap naik kelas.
“Ini program masa depan. Insyaallah 2026–2027 bisa tuntas. Ini bukan hanya membangun jalan, tapi membuka masa depan,” pungkasnya.
(Has/Red*)















