CILEGON, WILIP.ID – Keluhan warga Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, akibat debu yang diduga berasal dari aktivitas penambangan batu di wilayah Bojonegara, Kabupaten Serang, terus berlanjut. Di tengah belum adanya langkah konkret dari pihak terkait, warga memilih melakukan upaya mandiri untuk mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat.
Ketua RT 14 Lingkungan Pabean, Rouf, turun langsung membagikan masker kepada warga yang terdampak paparan debu. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat yang dalam beberapa hari terakhir mengeluhkan gangguan pernapasan akibat debu yang terus beterbangan hingga masuk ke kawasan permukiman.
Menurut Rouf, pembagian masker merupakan langkah darurat yang bisa dilakukan warga sambil menunggu adanya penanganan dari pemerintah dan pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas penambangan yang diduga menjadi sumber pencemaran.
“Kami membagikan masker kepada warga yang terdampak debu. Ini bentuk kepedulian agar masyarakat bisa sedikit terlindungi saat beraktivitas di luar rumah,” kata Rouf, Rabu, 24 Juni 2026.

Paparan debu yang semakin pekat tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak kesehatan jangka panjang. Sejumlah warga mengaku mengalami batuk-batuk, iritasi tenggorokan, dan kesulitan beraktivitas di lingkungan sekitar rumah.
Di beberapa titik permukiman, debu terlihat menempel di teras rumah, kendaraan, hingga tanaman milik warga. Kondisi tersebut memicu pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan terhadap aktivitas penambangan yang selama ini menjadi sorotan masyarakat.
Aksi pembagian masker oleh Ketua RT 14 menjadi gambaran bahwa respons paling cepat justru datang dari lingkungan masyarakat sendiri. Sementara itu, warga mengaku masih menunggu langkah nyata pemerintah untuk memastikan sumber debu sekaligus mengambil tindakan pengendalian yang efektif.
Bagi warga Pabean, persoalan ini bukan lagi sekadar soal lingkungan yang kotor. Debu yang setiap hari terhirup telah berubah menjadi ancaman kesehatan dan sumber keresahan baru di tengah aktivitas kehidupan mereka. Karena itu, masyarakat mendesak pemerintah dan instansi terkait segera turun ke lapangan sebelum dampaknya semakin meluas.
Hingga Rabu siang, belum ada keterangan resmi terkait hasil investigasi maupun langkah penanganan atas keluhan warga yang terus bermunculan dalam beberapa hari terakhir.
(Has/Red*)















