Latihan Gabungan SAKTI Jadi Ruang Pembinaan Karakter Pemuda di Ciwandan dan Citangkil

CILEGON, WILIP.ID – Organisasi SAKTI menggelar Latihan Gabungan (Latgab) perdana yang mempertemukan anggota binaan dari Kecamatan Ciwandan dan Citangkil, Kota Cilegon, pada Minggu, 28 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi antaranggota sekaligus mengembangkan pendidikan karakter melalui pelestarian budaya dan olahraga tradisional.

Pendiri Organisasi SAKTI, Ahmad Supyandi, mengatakan latihan gabungan bukan sekadar ajang mempertemukan para peserta didik dari berbagai wilayah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana evaluasi terhadap proses pembinaan yang selama ini dilakukan para pelatih.

“Latihan gabungan ini menjadi tolak ukur keberhasilan para pelatih dalam membina anggota. Karena itu, kegiatan seperti ini akan kami laksanakan secara berkala dengan melibatkan dua kecamatan di setiap penyelenggaraannya di wilayah Provinsi Banten,” ujarnya.

Menurut Ahmad, pelaksanaan di Kecamatan Citangkil merupakan agenda Latgab pertama yang mempertemukan anggota binaan dari dua kecamatan. Ke depan, konsep serupa akan diperluas agar semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam aktivitas positif berbasis budaya.

Berbeda dari kegiatan bela diri pada umumnya, Latgab SAKTI tidak hanya menampilkan latihan pencak silat. Organisasi tersebut juga menghadirkan berbagai permainan tradisional seperti gobak sodor, terompah panjang, lari balok, hingga pertunjukan tari daerah. Ragam kegiatan itu dirancang untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, disiplin, dan kecintaan terhadap budaya lokal.

Ahmad menilai pendidikan karakter tidak cukup diberikan melalui teori semata. Menurut dia, pembentukan karakter harus dibangun melalui aktivitas yang melibatkan kerja sama, kedisiplinan, serta penghormatan terhadap tradisi dan budaya bangsa.

Sebanyak 167 anggota binaan dari Kecamatan Ciwandan dan Citangkil mengikuti Latgab perdana tersebut. Antusiasme peserta, kata Ahmad, menjadi modal penting bagi organisasi untuk terus mengembangkan program pembinaan yang lebih luas.

Ia berharap kegiatan semacam ini mampu menarik minat lebih banyak pemuda agar terlibat dalam aktivitas yang produktif dan menjauh dari berbagai perilaku negatif. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, SAKTI ingin menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya mengasah kemampuan fisik, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang berintegritas, berbudaya, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

(Ina/Red*)