CILEGON, WILIP.ID – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Cilegon masa khidmat 2026–2027 resmi dilantik di Aula DPRD Kota Cilegon, Jumat (9/10/2026). Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan seminar Youth Disaster Ready atau Pemuda Siaga Bencana untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam meningkatkan kesadaran mitigasi bencana.
Mengusung tema “Vitalitas Progresif PMII Cilegon dalam Menjajaki Peradaban”, pelantikan ini menjadi momentum bagi kepengurusan baru untuk memperkuat gerakan organisasi, meningkatkan kualitas kader, serta memperluas kontribusi mahasiswa bagi masyarakat.
Ketua PC PMII Kota Cilegon, Akhmad Fauzi, mengatakan tema pelantikan tersebut diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat kader dan anggota agar terus berproses serta berkontribusi melalui organisasi.
“Dengan mengusung tema pelantikan ini, semoga mampu merevitalisasi kembali spirit kader atau anggota agar terus berproses di dalam organisasi,” kata Fauzi dalam sambutannya.
Menurut dia, kemajuan organisasi tidak dapat dicapai hanya melalui kerja individu. Diperlukan kolaborasi yang solid antara pengurus, kader, dan anggota agar program kerja dapat berjalan sesuai dengan visi yang telah ditetapkan.
“Untuk mencapai kemajuan organisasi yang maju dan berkembang, perlu kerja sama tim antara pengurus, kader, dan anggota. Kerja sama ini penting bagi keberlangsungan organisasi. Dengan adanya gerakan bersama, visi PMII ke depan dapat tercapai,” ujarnya.
Ketua Pelaksana Pelantikan PC PMII Kota Cilegon, Adit, menyampaikan apresiasi kepada para tamu undangan dan peserta yang telah menghadiri kegiatan tersebut. Ia bersyukur rangkaian acara berjalan lancar dengan antusiasme peserta.
“Kami selaku panitia sangat berterima kasih kepada para tamu undangan dan peserta yang telah hadir serta antusias memeriahkan kegiatan ini,” kata Adit.
Ia berharap pelantikan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi titik awal untuk menumbuhkan semangat dan tanggung jawab pengurus dalam menjalankan roda organisasi selama satu periode ke depan.
Selain pelantikan, PC PMII Kota Cilegon menggelar seminar edukasi bertema “Menjadi Generasi yang Cerdas Mitigasi, Kuat Spiritual, Tangkal Hoaks”. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai kesiapsiagaan bencana, penguatan spiritual, serta kemampuan menyaring informasi di tengah derasnya arus informasi digital.
Fauzi mengatakan, edukasi mitigasi bencana penting bagi generasi muda, terutama mengingat Kota Cilegon merupakan kawasan yang memiliki aktivitas industri dan berada di wilayah yang berpotensi menghadapi berbagai risiko bencana.
“Dengan dirangkaikannya pelantikan ini dengan seminar Youth Disaster Ready atau Pemuda Siaga Bencana, kami mengajak generasi muda masa kini untuk cerdas mitigasi dan kuat spiritual,” ujarnya.
Ia menilai, pemahaman tentang kebencanaan perlu dibangun sejak dini. Generasi muda tidak cukup hanya mengetahui jenis-jenis bencana, tetapi juga harus memahami langkah yang perlu dilakukan sebelum bencana terjadi, ketika keadaan darurat berlangsung, hingga setelah bencana.
“Kita bisa melihat perkembangan situasi saat ini. Berbagai bencana alam maupun nonalam dapat terjadi, seperti banjir, kegagalan industri, hingga potensi erupsi Gunung Anak Krakatau yang lokasinya relatif dekat dengan wilayah ini. Generasi muda perlu cerdas dalam mitigasi, memahami apa yang harus dilakukan sebelum bencana terjadi, saat bencana berlangsung, dan setelahnya,” tutur Fauzi.
Menurutnya, pengetahuan mitigasi harus berjalan seiring dengan penguatan spiritual dan kemampuan menangkal hoaks. Dalam situasi darurat, informasi yang tidak akurat berpotensi menimbulkan kepanikan dan menghambat upaya penanganan bencana.
Karena itu, generasi muda diharapkan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang tanggap, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta memahami pentingnya kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing.
Seminar tersebut diikuti mahasiswa dan pelajar dari 21 Madrasah Aliyah (MA) se-Kota Cilegon. Keterlibatan kalangan mahasiswa dan pelajar diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai mitigasi bencana sekaligus menumbuhkan budaya kesiapsiagaan sejak dini.
Menutup kegiatan, Fauzi menyampaikan terima kasih kepada seluruh mahasiswa dan siswa yang telah berpartisipasi dalam seminar tersebut.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada mahasiswa dan siswa Madrasah Aliyah yang antusias mengikuti kegiatan seminar edukasi ini,” tutupnya.
(Alfa/Red*)















