CILEGON, WILIP.ID — Menjadi profesional di tengah kerasnya dunia industri bukan perkara mudah. Namun bagi Agus Sofyan, SE, bekerja bukan alasan untuk berhenti memberi manfaat.
Di sela kesibukannya sebagai Specialist pada Community Development Department PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Agus justru memilih memperluas ruang pengabdiannya. Ia aktif menggerakkan kegiatan organisasi, ikut mengawal pemberdayaan UMKM hingga terlibat dalam berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan di Kota Cilegon.
Bagi sebagian orang, satu pekerjaan sudah cukup menyita waktu. Agus memilih jalan berbeda.
Lingkungan kerjanya di PT Krakatau Steel membuat Agus dekat dengan dunia pemberdayaan masyarakat dan UMKM binaan perusahaan. Dari sana, ia melihat bahwa pelaku usaha kecil bukan sekadar penerima program, melainkan bagian penting dari denyut ekonomi masyarakat.
UMKM membutuhkan lebih dari sekadar bantuan. Mereka membutuhkan pendampingan, akses, jejaring dan kesempatan untuk berkembang.
Perspektif itulah yang kemudian ikut membentuk kiprah Agus di luar pekerjaannya.
Ia dipercaya sebagai Ketua SKKS Unit General Affair dan Security, sekaligus mengemban amanah sebagai Ketua Departemen Sosial Masyarakat Forum Komunikasi Putra Banten Krakatau Steel & Group.
Tak berhenti di sana. Agus juga aktif sebagai pengurus UPZ Baznas Krakatau Steel bidang Muzaki, Pengawas UMKM Cilegon Juare, serta terlibat dalam bidang sumber daya manusia di Cilegon Metal Manufaktur (CMM).
Deretan peran tersebut bukan sekadar panjang di atas kertas.
Ada jejaring yang dibangun, ada persoalan masyarakat yang ditemui, ada pelaku UMKM yang didampingi, dan ada ruang-ruang sosial yang membutuhkan keterlibatan anak muda.
Di tengah wajah Cilegon sebagai kota industri, Agus memilih menjadi salah satu figur yang mencoba mempertemukan dua kekuatan: dunia industri dan masyarakat.
Ia memahami bahwa kemajuan Cilegon tidak cukup hanya ditopang oleh investasi besar dan aktivitas industri. Di balik itu semua terdapat masyarakat yang harus ikut tumbuh, termasuk pelaku UMKM yang menjadi bagian dari ekonomi lokal.
Karena itu, pemberdayaan UMKM menjadi salah satu ruang yang mendapat perhatian.
Pengalaman di Community Development menjadi bekal penting. Sementara keterlibatannya dalam organisasi memperluas perspektif dan jaringan. Dua hal itu kemudian bertemu dalam satu semangat: bagaimana keberadaan industri dapat memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Bagi Agus, kontribusi tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar.
Kadang, kontribusi lahir dari kesediaan untuk hadir. Mendengar persoalan. Membuka komunikasi. Menghubungkan orang dengan kesempatan. Atau sekadar mengambil bagian ketika masyarakat membutuhkan dukungan.
Di sinilah sosok Agus Sofyan menjadi menarik.
Ia tidak sedang membangun citra sebagai anak muda yang paling sibuk. Justru aktivitasnya menunjukkan bahwa profesionalisme dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial.
Di tengah generasi muda yang berlomba mengejar karier, Agus membawa pesan sederhana: jangan hanya bertanya apa yang bisa diberikan kota kepada kita, tetapi tanyakan pula apa yang bisa kita berikan kepada kota.
Cilegon membutuhkan energi seperti itu.
Energi anak muda yang tidak hanya hadir sebagai pekerja, tetapi juga sebagai penggerak. Tidak hanya mengejar pencapaian pribadi, tetapi membuka ruang agar orang lain ikut berkembang.
Perjalanan Agus tentu belum selesai.
Pengalaman di dunia industri, UMKM, organisasi dan sosial kemasyarakatan menjadi modal untuk melangkah lebih jauh. Masih banyak ruang yang bisa diisi, masih banyak persoalan yang membutuhkan gagasan, dan masih banyak masyarakat yang membutuhkan orang-orang yang bersedia turun tangan.
Agus Sofyan memilih untuk terus bergerak.
Bekerja, membangun jejaring, menggerakkan UMKM dan hadir di tengah masyarakat.
Sebab bagi anak muda Cilegon, menjadi bagian dari perubahan jauh lebih berarti daripada sekadar menyaksikannya dari pinggir.
(Has/Red*)







