Asap Malam dari Lotte Chemical, Warga Grogol Keluhkan Gangguan Kesehatan

CILEGON – WILIP.ID — Bau menyengat menyelinap dari arah timur setiap malam. Di Grogol, Cilegon, keluhan demi keluhan mulai bermunculan. Seorang warga bernama Afrizal mengaku tenggorokannya terasa perih, susah menelan makanan. Ia menduga gejala ini datang dari aktivitas pembakaran kimia — flaring — yang dilakukan oleh pabrik Lotte Chemical setiap malam.

“Kalau siang mungkin terlalu mencolok, asapnya tebal dan hitam,” ujar Afrizal, Jumat malam, 23 Mei 2025. “Makanya mereka bakarnya malam.”

Menurut Afrizal, radius rumahnya hanya sekitar lima kilometer dari kompleks pabrik Lotte. Ironisnya, kawasan itu juga berdekatan dengan kediaman Wali Kota Cilegon. “Tapi kami tetap terpapar. Saya pribadi sangat terganggu,” katanya.

Warga lainnya pun mengeluhkan hal serupa: tenggorokan kering, napas terasa sesak, dan badan lemas. Meski belum ada studi medis lokal yang memverifikasi dampaknya, keluhan kesehatan warga telah menjadi bukti awal yang tak bisa diabaikan.

Lotte Chemical, perusahaan industri petrokimia yang beroperasi di Cilegon, dikenal dengan aktivitas flaring—pembakaran gas buangan dari proses produksi. Flaring sebenarnya adalah prosedur umum dalam industri petrokimia, namun pelaksanaannya yang terus-menerus dan berdampak langsung ke lingkungan sekitar menjadi sorotan.

“Pemerintah daerah harusnya lebih peka. Kami menghirup polusi di tanah sendiri, tapi tak diberi gizi balik oleh industri,” ucap Afrizal, kesal.

Masalah pencemaran udara dari industri di Cilegon bukan cerita baru. Namun yang kerap terlupakan, adalah dampaknya terhadap tubuh dan hidup warga yang hanya sejengkal dari pusat produksi bahan kimia. Keluhan seperti milik Afrizal bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan soal hak atas udara bersih yang sering kali dikorbankan atas nama pembangunan dan investasi.

 

 

*Redaksi | Wilip.id*