BEM Al Khairiyah Bersama Forum BEM Cilegon Apresiasi Kapolda Banten Turun Langsung Tangani Banjir

CILEGON, WILIP.ID — Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Cilegon menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Kapolda Banten beserta jajaran Kapolres Cilegon dan Dandim 0623 Cilegon dalam penanganan bencana banjir yang melanda Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, pada Jumat (3/1/2026).

Kehadiran pimpinan tertinggi kepolisian di wilayah Banten itu dinilai menjadi simbol kuat kehadiran negara di tengah krisis, sekaligus memberi dorongan nyata terhadap percepatan penanganan bencana serta pemulihan kondisi warga terdampak.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam diskusi singkat Forum BEM Cilegon yang dipimpin Presidium dan dihadiri perwakilan BEM dari berbagai perguruan tinggi se-Kota Cilegon, termasuk perwakilan BEM Al Khairiyah, yang turut aktif dalam pemantauan lapangan dan kegiatan kemanusiaan selama banjir berlangsung.

Presidium I Forum BEM Cilegon, Syafaat, menilai respons cepat kepolisian patut diapresiasi, khususnya dalam hal koordinasi evakuasi dan pengamanan warga.

“Kehadiran Kapolda Banten secara langsung di lokasi banjir memberikan rasa aman bagi masyarakat serta menegaskan komitmen kepolisian untuk hadir dan bekerja nyata di tengah krisis,” ujarnya, Minggu 4 Januari 2026.

Sementara itu, Presidium II Aan Solihan menyoroti perhatian aparat terhadap kelompok rentan. Berdasarkan pantauan mahasiswa, termasuk tim relawan dari BEM Al Khairiyah, proses evakuasi telah memprioritaskan anak-anak, lansia, dan warga dengan kebutuhan khusus.

“Ini menunjukkan pendekatan kemanusiaan yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga empati sosial,” kata Aan.

Presidium III Lili Jamali menambahkan, dukungan logistik serta kolaborasi lintas instansi berjalan lebih efektif berkat arahan langsung Kapolda Banten. Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, relawan, dan mahasiswa terlihat solid di lapangan.

Dari sisi pengamanan wilayah, Presidium IV Nafisa Zachra mengapresiasi kesigapan aparat dalam mengatur lalu lintas serta menjaga aset publik yang terdampak banjir. Langkah ini dinilai membantu meminimalkan potensi kerugian masyarakat dan menjaga ketertiban selama proses penanganan darurat.

Adapun Presidium V Putri Yulinasari menekankan pentingnya keberlanjutan upaya mitigasi bencana. Menurutnya, kehadiran Kapolda Banten bukan sekadar respons darurat, melainkan contoh kepemimpinan yang sigap dan responsif terhadap krisis lingkungan.

“Ini menjadi pesan kuat bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara serius, terencana, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Forum BEM Cilegon, bersama elemen mahasiswa termasuk BEM Al Khairiyah, menegaskan komitmen untuk terus melakukan pengawalan, dialog kritis, serta advokasi kebijakan dalam isu kebencanaan. Mahasiswa berharap sinergi yang telah terbangun antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa mendatang.

 

(Pis/Red*)