CILEGON, WILIP.ID — Orientasi Kepramukaan Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Cilegon 2025 dibuka dengan suasana hangat dan penuh energi positif, Sabtu, 29 November 2025. Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, hadir langsung dan membuka kegiatan.
Di hadapan puluhan peserta, Fajar menyampaikan pesan yang langsung mencuri perhatian: kembali ke nilai dasar.
“Yang penting kita tetap menaruh Dasa Darma dalam hati. Itu kompas kita,” ujar Fajar dalam arahannya.
Menurutnya, arus perubahan zaman tak boleh membuat Pramuka kehilangan identitas dan ruh pembentuk karakter.
“Zaman dulu mungkin beda, mungkin tempatnya nggak sebagus ini di D Mangku Farm, Desa Angsana, Mancak. Tapi prinsip Pramuka itu tetap relevan,” lanjutnya.
Fajar juga menyinggung perjalanan pribadinya yang terakhir mengikuti kegiatan Pramuka lebih dari dua dekade lalu. Meski begitu, ia menegaskan bahwa nilai-nilai Dasa Darma tetap hidup dan menuntunnya hingga kini.
“Kalau orang cuma ceplos-ceplos tanpa dasa darma, empati itu nggak akan muncul. Jabatan dan kepintaran itu nggak ada artinya kalau kita nggak punya karakter,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa Pramuka bukan hanya organisasi kegiatan luar ruang, melainkan ruang pembentukan mental, sopan santun, empati, dan perilaku sosial.
Di bagian lain sambutannya, Fajar menepis anggapan bahwa Pramuka mulai kehilangan relevansi.
“Biarkan orang bicara apa pun. Jangan minder. Pramuka itu kuat,” serunya disambut riuh peserta.
Fajar menekankan bahwa kelebihan Pramuka justru terletak pada kebersamaan dan nilai kemanusiaan yang diwarisi lintas generasi.
Sambil bercanda, Fajar membahas tradisi tukar kado yang sering jadi ciri khas kegiatan Pramuka.
“Ada aturannya kalau nggak salah, kado nggak boleh lebih dari 50 ribu. Tapi jangan lihat nominalnya, lihat kebersamaannya. Momen kayak gitu mungkin nggak terulang,” katanya disambut tawa peserta.
Memanfaatkan momen peringatan Hari Guru Nasional yang baru berlalu, Fajar mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengajar di Kota Cilegon.
“Terima kasih atas letih yang tidak terlihat, atas perjuangan yang tidak terucap. Guru selalu tinggi derajatnya,” tuturnya.
Ia juga menekankan agar perhatian terhadap kesejahteraan guru tidak boleh terputus.
Ketua Kwarcab Kota Cilegon, Ersa Erdiansyah, menegaskan bahwa kegiatan orientasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas pengurus dan mendorong tata kelola organisasi yang lebih profesional.
“Kegiatan ini adalah bentuk komitmen agar Kwarcab Cilegon semakin solid, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman. Pembinaan karakter generasi muda tetap menjadi fokus utama kami,” kata Ersa.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Wakil Wali Kota yang menurutnya menjadi penyemangat besar bagi seluruh peserta.
“Sambutan Pak Wawali mengingatkan kita bahwa Pramuka bukan hanya soal aktivitas, tapi soal nilai. Ini energi positif bagi organisasi,” tambahnya.
Menutup sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi, Fajar mengungkapkan bahwa kehadirannya bukan hanya untuk memenuhi agenda pemerintah daerah.
“Saya hadir karena ingin dekat dengan kalian semua. Bukan hanya datang untuk formalitas,” ujarnya.
Fajar menutup dengan ucapan terima kasih dan permohonan maaf jika ada kata yang kurang berkenan. Peserta pun memberikan tepuk tangan panjang sebagai tanda apresiasi.
(Elisa/Red*)















