Menghargai Pengabdian dalam Senyap, Baznas Cilegon Kucurkan Rp800 Juta untuk Pemandi Jenazah

CILEGON, WILIP.ID – Di balik setiap prosesi pemakaman, ada tangan-tangan ikhlas yang bekerja tanpa pamrih. Mereka adalah para petugas pemandi jenazah, sosok yang kerap luput dari sorotan namun memiliki peran vital dalam pelayanan sosial dan keagamaan. Kepedulian terhadap mereka kini diwujudkan secara nyata oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cilegon.

Melalui program santunan berkelanjutan, Baznas Kota Cilegon menyalurkan bantuan kepada ratusan petugas pemandi jenazah dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp800 juta dalam satu tahun. Program ini menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Komitmen tersebut mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Cilegon, Robinsar, yang turut hadir dalam penyaluran bantuan. Kehadiran kepala daerah ini menegaskan sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas dalam memperkuat jaring pengaman sosial, khususnya bagi mereka yang selama ini bekerja dalam senyap.

Ketua Baznas Kota Cilegon, Fajri Ali, menuturkan bahwa program santunan ini dirancang tidak hanya sebagai bantuan sesaat, tetapi sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi panjang para petugas pemandi jenazah.

“Setiap petugas menerima santunan sebesar Rp200 ribu per bulan. Penyalurannya dilakukan setiap tiga bulan sekali, sehingga per orang menerima Rp600 ribu per triwulan selama satu tahun,” jelas Fajri.

Ia menambahkan, sistem penerima dibuat bergiliran agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas. Setelah satu tahun, penerima santunan akan digantikan oleh petugas lainnya yang telah terdata.

Pada tahun 2025, Baznas Kota Cilegon mencatat penerima awal sebanyak 338 orang, dengan realisasi kepada 329 orang. Program ini menjangkau seluruh wilayah Kota Cilegon dengan kuota delapan petugas di setiap kelurahan dari total 43 kelurahan, sebagai bentuk pemerataan dan keadilan sosial.

Lebih dari sekadar angka, program ini mencerminkan keberpihakan Baznas terhadap profesi sosial yang kerap terpinggirkan. Santunan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi sekaligus memberi semangat bagi para petugas untuk terus mengabdi kepada masyarakat.

Melalui program santunan petugas pemandi jenazah, Baznas Kota Cilegon kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Sebuah langkah kecil yang bermakna besar bagi mereka yang selama ini setia melayani hingga akhir hayat.

 

(Rais/Red*)