CILEGON, WILIP.ID — Membangun ekosistem pers yang profesional di era digital tak cukup hanya mengandalkan organisasi media. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dunia industri, untuk ikut mendorong peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia jurnalistik.
Semangat itulah yang menjadi perhatian Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cilegon melalui workshop dan pelatihan intensif bertajuk “Mencetak Jurnalis Siber Masa Depan”, yang digelar Sabtu (26/9/2026).
Ketua SMSI Kota Cilegon, Wawan Kurniadi, menyampaikan apresiasi kepada sejumlah mitra industri, khususnya PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dan PT Chandra Asri Pacific Tbk, yang memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Menurut Wawan, dukungan dunia industri bukan sekadar membantu terlaksananya sebuah kegiatan. Lebih jauh, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari investasi sosial untuk membangun sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, etika, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada manajemen Pelindo, Chandra Asri, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan nyata. Sinergi ini membuktikan adanya komitmen bersama dalam membangun ekosistem media siber yang profesional, edukatif, dan kredibel,” ujar Wawan.
Ia mengatakan, wajah jurnalistik terus berubah seiring perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Perubahan tersebut menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi jurnalis.
Karena itu, jurnalis masa depan tidak hanya dituntut mampu menulis berita. Mereka juga harus memahami teknologi, mampu melakukan verifikasi informasi, memanfaatkan perangkat digital secara tepat, serta tetap berpegang pada prinsip etika jurnalistik.
Dalam pelatihan yang berlangsung selama satu hari tersebut, belasan jurnalis media siber di Kota Cilegon mendapatkan materi mengenai penggunaan tools digital, strategi produksi konten jurnalistik berbasis AI hingga penerapan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam praktik media siber.
Bagi SMSI, penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan integritas. Sebab, kecanggihan perangkat digital dan AI tidak otomatis menjamin sebuah informasi menjadi benar.
Di titik inilah peran jurnalis tetap penting: melakukan verifikasi, menguji informasi, menghadirkan konteks, serta memastikan publik memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
SMSI Kota Cilegon berharap kolaborasi bersama Pelindo, Chandra Asri dan mitra industri lainnya dapat terus dikembangkan melalui berbagai program peningkatan kapasitas insan pers maupun pemberdayaan masyarakat.
SMSI juga mengajak lebih banyak perusahaan di Kota Cilegon dan sekitarnya untuk membuka ruang kolaborasi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya di bidang pendidikan, literasi digital dan pengembangan sumber daya manusia.
Dukungan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi dunia usaha dalam memperkuat program-program yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.
Sebab, ketika industri ikut membangun kapasitas manusia, manfaatnya tidak berhenti pada satu kegiatan. Ia dapat menjadi investasi jangka panjang bagi lahirnya generasi yang lebih adaptif, kritis, beretika dan siap menghadapi perubahan zaman.
Jurnalis berkualitas membutuhkan ekosistem yang mendukung. Dan ekosistem itu hanya bisa tumbuh ketika media, industri, pemerintah dan masyarakat berjalan dalam ruang kolaborasi yang sama.
(Alfa/Red*)















