CILEGON, WILIP.ID – Cilegon, kota industri yang juga kaya akan tradisi kuliner, kini semakin dikenal dengan sajian uduk rabeg yang menggoda selera. Kombinasi nasi uduk gurih yang dipadukan dengan rabeg sapi kaya rempah, menjadi pilihan sempurna bagi para pecinta kuliner yang ingin merasakan cita rasa asli Cilegon.
Nikmati sensasi kuliner ini di sekitar Masjid Agung Cilegon, tepatnya di Jalan Cut Nyak Dien, depan Pionir Agung Cilegon, sebuah kawasan yang selalu ramai dengan aktivitas warga dan wisatawan. Di sini, sebuah warung kecil telah menjadi tempat legendaris sejak tahun 1993, menawarkan uduk rabeg yang tetap konsisten dengan rasa otentik yang tak berubah selama puluhan tahun.
Nasi uduk yang lembut dengan wangi santan yang menggoda, berpadu dengan potongan daging sapi empuk dan kuah rabeg yang kaya rempah. Ditambah kerupuk emping melinjo khas Cilegon yang memberikan sentuhan rasa pedas dan gurih, menciptakan perpaduan yang sulit untuk dilupakan. Setiap suapan menghadirkan sensasi rasa yang menggugah, membuat siapa pun yang mencicipinya ingin kembali lagi.

Imam, pemilik warung, mengatakan bahwa warungnya buka setiap hari mulai pukul 16.00 WIB hingga malam hari, atau hingga stok habis. “Harganya sangat terjangkau, mulai dari Rp8.000 hingga Rp20.000. Jika rabeg dan uduk dipisah, harganya menjadi Rp25.000,” jelasnya.
Imam juga mengungkapkan bahwa dalam sehari, warungnya bisa menghabiskan sekitar 40 kilogram daging sapi. “Setiap hari saya menghabiskan sekitar 40 kg daging untuk uduk rabeg ini,” tuturnya saat diwawancarai oleh jurnalis Wilip.id pada Kamis (2 Januari 2025) malam.
Dengan cita rasa khas dan harga yang ramah di kantong, uduk rabeg kini menjadi salah satu daya tarik kuliner utama di Cilegon. Hidangan ini tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memberikan pengalaman rasa yang sulit dilupakan. Bagi wisatawan atau siapa pun yang berkunjung ke Cilegon, menikmati uduk rabeg adalah pilihan wajib untuk merasakan kelezatan kuliner lokal yang autentik.





