CILEGON, WILIP.ID – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Cilegon mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya, sekolah ini dipercaya menjadi tuan rumah Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 tingkat Kota Cilegon. Ajang bergengsi Kementerian Agama tersebut berlangsung 9–12 September dengan melibatkan 313 peserta dari jenjang MI, MTs, hingga MA.
Mengusung tema “Islam dan Teknologi Digital; Inovasi Sains untuk Generasi Indonesia Maju yang Berdaya Saing Global”, OMI tampil bukan sekadar panggung adu kecerdasan akademik. Ia juga menjadi arena pembentukan karakter, kreativitas, dan semangat riset di kalangan siswa madrasah.
“Alhamdulillah, MAN 2 Cilegon dipercaya menjadi tuan rumah. Harapan kami, dari kota ini lahir generasi madrasah unggul yang mampu bersaing hingga tingkat nasional, bahkan internasional,” ujar Kepala MAN 2 Cilegon, Mamad, dengan nada optimistis.
Nada serupa datang dari Kementerian Agama. Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Cilegon, Soleh Gunawan, menyebut OMI tahun ini sebagai momentum bersejarah. “OMI merupakan penggabungan dari Mayres dan Sains yang dulu ada di KACM. Dari tingkat kota, kami berharap lahir juara-juara yang bisa membawa nama Cilegon hingga provinsi dan nasional,” katanya.
Lebih dari sekadar kompetisi, OMI 2025 menjadi simbol transformasi pendidikan madrasah di tengah gempuran era digital. Para siswa tak hanya dituntut menguasai sains, tetapi juga diajak membangun ekosistem riset yang jujur, kolaboratif, dan berkarakter.
Cilegon pun menaruh harapan besar: dari ruang kelas madrasah, lahir generasi yang tak hanya piawai di atas kertas, melainkan juga mampu berdiri tegak dalam percaturan global.
(Elisa/Red*)















