CILEGON, WILIP.ID – PT Pelat Timah Nusantara Tbk (Latinusa) menegaskan pentingnya peran serikat pekerja dalam menjaga daya saing perusahaan di tengah tantangan ekonomi dan derasnya produk impor. Direktur Utama Latinusa, Jetrinaldi, memberikan apresiasi tinggi kepada Serikat Karyawan Latinusa (SKALA) yang dinilai memahami kondisi perusahaan sekaligus mendorong etos kerja karyawan.
Hal ini disampaikan Jetrinaldi saat menghadiri Rapat Kerja Serikat Karyawan Latinusa (SKALA 2025 – 2026) yang mengusung tema “Lebih Baik Bekerja, Bekerja Lebih Baik”. Tema tersebut menurutnya mencerminkan kesadaran bersama bahwa kontribusi setiap karyawan menjadi kunci keberhasilan perusahaan.
“Ketua serikat dan jajaran pengurus sudah memahami kondisi perusahaan. Dalam situasi ekonomi yang kurang mendukung dan masuknya produk impor yang cukup tinggi, kami berharap seluruh karyawan dapat lebih aktif memberikan kontribusi, sekecil apa pun, untuk perbaikan kinerja,” ujar Jetrinaldi, Sabtu (20/12/2025).
Ia menekankan, partisipasi seluruh karyawan sangat diperlukan agar Latinusa mampu bertahan dan tumbuh di tengah tantangan global, termasuk dinamika pascapandemi. “Semangat bersama ini penting agar Latinusa tetap berdaya saing dan terus berkembang ke depan,” tambahnya.
Selain itu, Jetrinaldi menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan serikat sebelumnya dan menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan. Pergantian pengurus SKALA dilakukan setiap tiga tahun sekali sebagai bagian dari dinamika organisasi.
“Pak Rahmat sudah mengabdi dan berdedikasi dengan baik. Saya berharap apa yang beliau lakukan menjadi bekal dan buah kebaikan bagi kepengurusan berikutnya,” jelasnya.
Ketua SKALA, Rahmatullah AS, menegaskan bahwa Rapat Kerja (Raker) tahunan bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang konsolidasi untuk memastikan program kerja berjalan terarah dan berdampak positif bagi perusahaan maupun karyawan.
“Ini program rutin agar kita bekerja dengan program yang jelas, punya jadwal, sehingga hasilnya bisa dirasakan ke depan. Tahun ini tentu misinya berbeda dengan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Rahmatullah menyebut, pada tahun lalu SKALA berhasil membangun fondasi kuat berupa sinergitas dan harmonisasi hubungan dengan manajemen. Hubungan industrial tersebut kini menjadi modal utama bagi SKALA untuk mengambil langkah lebih progresif.
“Kami tidak hanya menjadi mitra kritis, tetapi juga pendukung aktif manajemen demi kinerja perusahaan yang lebih baik. Jika perusahaan untung, karyawan pun ikut merasakannya,” tegas Rahmatullah.
Raker SKALA dihadiri jajaran direksi Latinusa, senior serikat, dan perwakilan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon. Kehadiran pemerintah menjadi bentuk dukungan nyata terhadap hubungan industrial yang sehat.
Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnaker Kota Cilegon, Faruk Oktavian, menilai SKALA layak menjadi role model bagi serikat pekerja lain. “Harapan kami, hubungan industrial yang sudah dibangun ini bisa terus terjaga dan berdampak pada kesejahteraan pekerja,” ujarnya.
Faruk menekankan pentingnya menyelesaikan potensi perselisihan secara persuasif dan dialogis, bukan melalui media sosial atau cara informal. “Semangat kolaborasi antara serikat dan manajemen harus terus dijaga, ini penting untuk keberlangsungan industri,” tambahnya.
Selain fokus pada hubungan industrial, SKALA aktif dalam kegiatan sosial melalui program SKALA Peduli, membantu korban bencana alam di Aceh dan Sumatera. Dana yang terkumpul disalurkan melalui lembaga resmi pemerintah dan Baznas.
Rahmatullah mengakui tantangan organisasi selalu ada. Namun, setiap masalah menjadi kesempatan untuk evaluasi dan perbaikan. “Masalah pasti ada. Tinggal bagaimana kita menyikapi. Jika ada yang tidak beres, itu tugas saya untuk membereskan,” pungkasnya.
Masa kepemimpinan Rahmatullah sebagai Ketua SKALA akan berakhir pada Oktober 2026. Ia berharap pesan penting yang diwariskan kepada pengurus baru adalah menjaga perusahaan sebagai tanggung jawab bersama.
Faruk Oktavian menambahkan, sebagian besar pengaduan Disnaker terkait PHK, namun pendekatan mediasi selalu dijadikan langkah utama sebelum masuk jalur hukum. Ia berharap hubungan industrial yang kondusif mampu mendorong peningkatan produktivitas perusahaan, terutama setelah melewati masa sulit dua tahun terakhir.
“Dengan etos kerja dan produktivitas karyawan yang terus meningkat, kondisi perusahaan di 2026 bisa jauh lebih baik,” tutupnya.
(Has/Red*)















