CILEGON, WILIP.ID — Komando Distrik Militer (Kodim) 0623/Cilegon tak sekadar bicara soal ketahanan pangan. Lewat aksi konkret, TNI bersama petani langsung turun ke lahan, menanam jagung di atas hamparan dua hektare di Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber, Minggu (3/5/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128, sekaligus sinyal kuat dukungan terhadap agenda besar swasembada pangan yang diusung Presiden Prabowo Subianto.
Komandan Kodim 0623/Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan seremonial semata, melainkan strategi nyata menghadapi tantangan pangan di tengah ketidakpastian global.
“Ini langkah konkret. Kami tanam jagung dua hektare sebagai bagian dari TMMD dan dukungan terhadap ketahanan pangan nasional,” ujar Imam.
Menurutnya, perubahan dinamika global menuntut daerah tidak lagi bergantung penuh pada pasokan luar. Kemandirian pangan menjadi harga mati.
“Indonesia punya tanah subur. Jangan hanya bergantung pada padi. Jagung dan komoditas lain harus digarap serius,” tegasnya.
Penanaman dilakukan secara gotong royong lintas sektor—mulai dari Dinas Pertanian, kelompok tani, aparat kecamatan dan kelurahan, hingga kepolisian. Model kolaboratif ini dinilai sebagai kunci keberhasilan program.
Tak berhenti di situ, Kodim juga mendorong masyarakat untuk mengubah pola pikir: lahan kosong bukan lagi ruang terbengkalai, melainkan peluang produksi.
“Kami ingin masyarakat sadar, sekecil apa pun lahan bisa dimanfaatkan. Cabai, jagung, apa saja yang produktif,” katanya.
Gerakan ini bukan hanya soal tanam-menanam, tetapi juga membangun ketahanan ekonomi masyarakat dari akar rumput.
(Has/Red*)















