CILEGON, WILIP.ID — Selama 12 tahun, Yeni (30) menjalani rutinitas yang tak mudah. Setiap hari, ia harus berjalan ke kebun hanya untuk mandi, membawa air dan gayung seadanya. Tak ada kamar mandi, tak ada fasilitas sanitasi yang layak—hingga akhirnya harapan itu datang dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128.
Kini, kehidupan Yeni perlahan berubah. Bantuan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) dari Kodim 0623/Cilegon menjadi titik terang bagi dirinya dan keluarga.
“Alhamdulillah, saya sangat senang. Terima kasih kepada bapak TNI,” ujar Yeni, Jumat (1/5/2026).
Cerita Yeni menjadi gambaran nyata bahwa di tengah pesatnya pembangunan, masih ada warga yang berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Selama lebih dari satu dekade, ia harus mengandalkan kebun sebagai tempat mandi—sebuah kondisi yang jauh dari kata layak.
“Dulu kalau mau mandi harus ke kebun bawa air sama gayung. Sudah 12 tahun tidak punya kamar mandi,” katanya.
Kini, dengan adanya fasilitas MCK, Yeni tak hanya mendapatkan kemudahan, tetapi juga rasa aman dan kenyamanan yang selama ini ia rindukan.
Program TMMD ke-128 pun menjadi bukti bahwa perubahan nyata bisa dimulai dari hal sederhana—memberikan akses sanitasi yang layak bagi masyarakat.
(Has/Red*)















