CILEGON, WILIP.ID — Gerakan Pramuka di Kota Cilegon mulai bertransformasi dari sekadar aktivitas kepanduan menjadi kekuatan ekonomi produktif. Melalui Kwartir Cabang (Kwarcab), arah gerak organisasi kini diperluas ke sektor strategis, mulai dari pengembangan agro wisata hingga peternakan ayam petelur dan budidaya lele.
Langkah ini bukan tanpa dasar. Ketua Kwarcab Kota Cilegon, Erza Erdiansyah, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Cilegon telah memberikan izin pemanfaatan lahan Bumi Perkemahan (Buper) sebagai kawasan terpadu berbasis agro wisata dan peternakan. Saat ini, proses penyusunan Detail Engineering Design (DED) tengah berjalan sebagai pijakan teknis sebelum proyek direalisasikan.
“Wali kota sudah memberikan izin untuk pengembangan agro wisata serta peternakan ayam petelur dan lele di lahan Buper. Sambil menunggu proses DED, pengelolaannya kami percayakan kepada Koperasi Pandu Karya Usaha,” ujar Erza.
Menurutnya, langkah ini bukan semata ekspansi usaha, tetapi juga bagian dari pendidikan kemandirian bagi anggota Pramuka agar mampu mengelola potensi ekonomi secara berkelanjutan.
Kepercayaan tersebut sejalan dengan performa Koperasi Konsumen Pandu Karya Usaha sebagai badan usaha resmi Kwarcab Cilegon. Dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Kamis, 30 April 2026 di Gedung Balai Budaya Kota Cilegon, koperasi menunjukkan konsolidasi organisasi yang solid sekaligus arah ekspansi bisnis yang semakin terukur.
Ketua Koperasi Konsumen Pandu Karya Usaha, Saefudin, menyebut RAT tahun ini menjadi momentum penting karena merupakan RAT perdana sejak koperasi berdiri pada 2023. Forum tersebut menghasilkan sejumlah keputusan strategis, termasuk pengembangan usaha berbasis agro wisata dan ketahanan pangan yang akan mulai dijalankan pada 2026.
“RAT ini menjadi tonggak awal kami. Sesuai misi pendirian, koperasi hadir untuk mendorong aktivis dan pengurus Pramuka agar mampu berwirausaha dalam satu wadah yang terorganisir, sekaligus mengelola potensi usaha sesuai AD/ART Gerakan Pramuka,” kata Saefudin.
Ia menjelaskan, saat ini usaha utama koperasi meliputi percetakan dan konveksi, yang menopang kebutuhan internal gerakan Pramuka. Ke depan, lini usaha akan diperluas mengikuti kebutuhan organisasi dan peluang pasar yang tersedia.
RAT juga menetapkan struktur kepengurusan baru. Secara aklamasi, Saefudin kembali dipercaya memimpin koperasi, sementara posisi Ketua Dewan Pengawas diemban oleh Heni Anita Susila yang juga menjabat Ketua Harian Kwarcab Kota Cilegon.
Dukungan pemerintah daerah turut menguatkan langkah koperasi ini. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Cilegon, Suhendi menegaskan bahwa pelaksanaan RAT menjadi indikator koperasi berjalan aktif dan sehat.
“RAT adalah tanda koperasi itu hidup. Ke depan, kami akan mendorong Koperasi Pandu Karya Usaha sebagai badan usaha Kwarcab untuk dilibatkan sebagai mitra strategis, termasuk dalam program pendidikan dan pelatihan manajemen koperasi,” ujarnya.
Selain ekspansi usaha, koperasi juga membuka rekrutmen anggota baru, khususnya dari kalangan pengurus Pramuka di Kota Cilegon. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas basis ekonomi sekaligus memperkuat kelembagaan organisasi.
Dengan dukungan regulasi, kesiapan perencanaan, serta penguatan manajemen koperasi, Kwarcab Cilegon tampak serius menjadikan Pramuka sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Jika berjalan sesuai rencana, kawasan Buper tak hanya menjadi ruang berkemah, tetapi juga berkembang menjadi pusat edukasi, wisata, dan produksi pangan yang berkelanjutan.
(Has/Red*)















