SERANG, WILIP.ID – Keterbatasan sarana belajar masih menjadi tantangan yang dihadapi sebagian santri dan guru ngaji di wilayah pelosok, termasuk di kawasan pesisir dan kepulauan Kabupaten Serang. Kondisi tersebut kerap membuat proses pembelajaran Al-Qur’an berjalan kurang optimal karena minimnya ketersediaan buku Iqro maupun Juz Amma.
Melihat kebutuhan tersebut, Rumah Zakat melalui cabangnya di Cilegon menyalurkan sebanyak 175 paket buku Iqro dan Juz Amma kepada santri dan guru ngaji di Desa Pulopanjang, Kabupaten Serang, Sabtu (20/6/2026).
Program ini menyasar para santri Madrasah Ibtidaiyah Al-Khairiyah yang berada di Kampung Peres dan Kampung Baru. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi penunjang proses belajar mengaji sekaligus meningkatkan motivasi anak-anak dalam mempelajari Al-Qur’an sejak usia dini.
Di sejumlah daerah terpencil, ketersediaan buku pembelajaran agama masih menjadi kebutuhan mendasar. Tidak sedikit santri yang harus menggunakan buku secara bergantian saat mengikuti kegiatan mengaji. Kondisi itu menjadi perhatian Rumah Zakat untuk turut mengambil peran dalam mendukung pemerataan akses pendidikan keagamaan.
Manager Rumah Zakat Cilegon, Saibani, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam memperkuat pendidikan Al-Qur’an, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan dukungan sarana belajar.
“Pendidikan Al-Qur’an memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda. Melalui bantuan buku Iqro dan Juz Amma ini, kami berharap para santri dapat belajar dengan lebih nyaman dan para guru ngaji memiliki sarana yang memadai untuk mendampingi proses pembelajaran,” ujarnya.
Tak hanya diberikan kepada lembaga pendidikan, bantuan juga disalurkan kepada 17 guru ngaji yang selama ini aktif membimbing anak-anak dan masyarakat di sejumlah kampung di Pulopanjang. Kehadiran para guru ngaji dinilai menjadi ujung tombak pendidikan keagamaan di tengah masyarakat, terutama di wilayah yang akses fasilitas pendidikannya masih terbatas.
Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Khairiyah, Ustadz Didi Humaidi, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Rumah Zakat terhadap kebutuhan para santri.
Menurut dia, bantuan tersebut akan memberikan dampak nyata terhadap proses belajar mengaji yang selama ini terkendala keterbatasan buku.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat atas bantuan yang diberikan. Selama ini sebagian santri masih menggunakan buku secara bergantian. Dengan adanya bantuan ini, proses belajar mengaji menjadi lebih efektif dan nyaman,” kata Didi.
Kebahagiaan juga dirasakan para santri penerima manfaat. Salah satunya Haidar yang mengaku semakin bersemangat untuk belajar mengaji setelah menerima buku baru.
“Saya senang mendapatkan buku Iqro dan Juz Amma baru. Sekarang saya bisa belajar sendiri di rumah dan lebih semangat mengaji,” ungkapnya dengan wajah penuh antusias.
Melalui program penyaluran sarana pendidikan Al-Qur’an ini, Rumah Zakat berharap semakin banyak anak-anak di wilayah pelosok yang memperoleh kesempatan belajar yang layak. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman agama dan akhlak yang kuat.
Di tengah berbagai tantangan pendidikan yang masih dihadapi daerah-daerah terpencil, kolaborasi antara lembaga sosial, masyarakat, dan tenaga pendidik menjadi langkah penting untuk memastikan setiap anak memiliki akses yang setara terhadap pendidikan, termasuk pendidikan Al-Qur’an sebagai fondasi pembentukan karakter bangsa.
(Has/Red*)















