CILEGON, WILIP.ID — Selamat datang di babak baru Krakatau Steel. Terpilihnya Willgo Zainar sebagai Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melalui RUPSLB 7 September 2026 diharapkan bukan sekadar pergantian nakhoda, tetapi menjadi momentum untuk membenahi tubuh korporasi hingga ke akar.
Pesan itu disampaikan tokoh muda Cilegon, M. Ibrohim Aswadi, yang menyampaikan ucapan selamat sekaligus menitipkan harapan agar kepemimpinan baru berani melakukan transformasi secara profesional, transparan dan berbasis meritokrasi.
Menurut Ibrohim, Krakatau Steel harus kembali pada kekuatan utamanya: industri baja. Struktur perusahaan harus dibuat lebih ramping, efisien dan fokus agar energi korporasi tidak habis untuk mengurus bisnis yang tidak lagi strategis.
Ia mendorong manajemen baru mengevaluasi anak, cucu hingga cicit perusahaan. Entitas yang tidak memiliki korelasi kuat dengan core business, minim kontribusi atau justru menjadi beban harus berani dikaji dan dirampingkan berdasarkan audit serta kajian bisnis yang objektif.
“Jangan sampai struktur korporasi terlalu gemuk sementara core business membutuhkan penguatan. Modal, SDM, teknologi dan energi perusahaan harus kembali diarahkan pada bisnis yang benar-benar memberikan nilai,” tegas Ibrohim.
Baginya, perampingan bukan sekadar memangkas jumlah entitas. Ini soal mengembalikan fokus perusahaan agar Krakatau Steel lebih lincah menghadapi persaingan industri baja nasional dan global.
Namun, membenahi struktur saja tidak cukup. Ibrohim juga meminta perubahan budaya kerja melalui penerapan meritokrasi yang konsisten.
Jabatan strategis, kata dia, harus diberikan kepada mereka yang memiliki kompetensi, integritas, rekam jejak dan prestasi. Bukan karena kedekatan atau pertimbangan nonprofesional.
“Yang kompeten harus diberi ruang, yang berprestasi harus diapresiasi, dan yang tidak mampu memenuhi tuntutan profesional harus dievaluasi,” ujarnya.
Di tengah agenda transformasi tersebut, Ibrohim juga membawa suara Cilegon. Ia berharap putra-putri terbaik daerah tidak sekadar menjadi penonton di tengah geliat industri yang tumbuh di tanah mereka.
Menurutnya, masyarakat Cilegon tidak meminta perlakuan istimewa. Yang dibutuhkan adalah kesempatan yang adil dan terbuka bagi SDM lokal yang memiliki kompetensi untuk berkarier dan berkontribusi dalam pembangunan Krakatau Steel.
“Yang kita minta bukan privilese karena seseorang berasal dari Cilegon. Yang kita dorong adalah kesempatan yang adil dan meritokratis bagi putra-putri terbaik Cilegon,” katanya.
Lebih jauh, Ibrohim berharap kebangkitan Krakatau Steel ikut mengangkat ekonomi masyarakat. Industri baja harus menjadi lokomotif bagi tenaga kerja lokal, IKM, UMKM, dunia pendidikan, pelaku usaha dan rantai pasok daerah.
“Jangan hanya Krakatau Steel yang tumbuh. Masyarakat Cilegon juga harus tumbuh,” tegasnya.
Ia menyebut semangat tersebut sebagai Grow Together: Krakatau Steel Tumbuh, Cilegon Tumbuh, Indonesia Kuat.
“Selamat kepada Bapak Willgo Zainar. Semoga amanah. Konsolidasikan internal, tegakkan meritokrasi, rampingkan struktur yang tidak relevan, perkuat industri baja nasional dan libatkan SDM terbaik Cilegon secara profesional.”
Sebab bagi Ibrohim, Krakatau Steel bukan sekadar perusahaan. Ia adalah bagian dari sejarah industrialisasi Indonesia dan perjalanan panjang Kota Cilegon.
Kini tantangannya sederhana tetapi besar: membuat Krakatau Steel kembali kuat di bisnis, sehat dalam struktur, profesional dalam pengelolaan, dan membuat Cilegon ikut naik kelas.
(Has/Red*)















