Dari Cleaning Service hingga Panggung Selebriti: Panggung Kehidupan Dua Alumni Unival yang Kini Bersinar

BANTEN, WILIP.ID – Sorot lampu menyala. Ratusan pasang mata tertuju ke satu panggung. Bukan panggung hiburan, melainkan panggung kehidupan. Di sanalah dua nama alumni STIE Al Khairiyah yang kini berubah nama Universitas Al-Khairiyah (Unival) berdiri, membawa kisah yang tak sekadar inspiratif, tapi juga penuh air mata dan perjuangan: Dede Rohana Putra dan Lian Firman.

Di balik jas rapi seorang anggota dewan dan sorot kamera seorang selebriti, tersimpan cerita getir yang jarang tersorot. Kisah tentang kerja keras, tekad baja, dan doa yang tak pernah putus.

Dede Rohana Putra: Dari Serabutan hingga Punya 8 Perusahaan

Siapa sangka, pria yang kini duduk sebagai Anggota DPRD Provinsi Banten dua periode itu, dulunya adalah mahasiswa yang harus memeras keringat demi membayar uang kuliah.

Dalam seminar, buka bersama, dan santunan yang digelar alumni Unival bersama Aptrindo Banten, Dede Rohana Putra membongkar lembar demi lembar masa lalunya.

“2004 sampai 2008 saya kuliah sambil kerja. Mau bayar kuliah enggak punya uang. Ingin sesuatu harus cari sendiri,” ujarnya lugas di hadapan ratusan mahasiswa, Minggu 1 Maret 2026 di DRP Hall Cilegon.

Kala itu, hidup tak memberinya karpet merah. Ia menjadi cleaning service, office boy, pramusaji restoran, berjualan sepatu, sweater, membuka usaha sablon hingga cetak undangan. Semua dijalani tanpa gengsi.

Bagi Dede, keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Justru dari situlah mental baja terbentuk.

Meski kuliah di kelas karyawan, ia membuktikan kualitasnya. Dalam seminggu, ia bisa meminjam lima buku di Perpustakaan Daerah Kota Cilegon. Hasilnya? Juara satu lomba karya tulis ilmiah tingkat Provinsi Banten dan lulus dengan IPK terbaik, mengalahkan mahasiswa reguler.

“Saya dulu kelas karyawan, tapi nilai saya terbaik. Saya lulusan terbaik,” tegasnya.

Kini, Dede bukan lagi mahasiswa yang kebingungan membayar SPP. Ia memimpin delapan perusahaan dengan hampir 3.000 karyawan. Sebuah lompatan hidup yang dramatis, bak adegan klimaks dalam sebuah tayangan prime time.

Namun satu hal yang tak berubah: pesan tentang kerja keras dan doa.

“Dulu saya juga susah. Jangan berkecil hati. Ini buah dari kerja keras dan doa orang-orang di sekitar kita,” katanya penuh penekanan.

Lian Firman: Dari Kasir Ritel ke Dunia Entertainment

Di sisi lain panggung, ada kisah berbeda namun senada. Lian Firman, alumni Unival asal Citangkil, memilih jalan yang tak kalah terjal: dunia hiburan.

Sebelum wajahnya dikenal publik, Lian pernah menjadi pelayan di salah satu perusahaan ritel besar.

“Saya pernah jadi pelayan di Carrefour. Bedanya, Kang Dede ke dunia bisnis, saya ke dunia entertainment,” ungkapnya.

Namun perjalanan menuju layar kaca tak selalu gemerlap. Ia pernah diremehkan. Pernah hanya tampil membelakangi kamera.

“Ngapain syuting cuma tayang punggungnya doang?” begitu komentar yang sempat melukai hatinya.

Sebagai pribadi yang mengaku introvert, dunia hiburan bukan medan yang mudah. Tapi Lian memilih bertahan. Ia percaya satu hal: setiap orang punya waktu sukses yang berbeda.

“Ada yang setahun sudah sukses, ada yang harus nunggu 2 sampai 4 tahun. Semua punya problem dan solusi masing-masing,” tuturnya.

Unival, Kawah Candradimuka Para Pejuang

Dari dua kisah ini, satu benang merah tak terbantahkan: keberhasilan bukan kebetulan. Ia lahir dari proses panjang, kerja keras tanpa sorotan, dan keberanian menghadapi titik terendah.

Universitas Al-Khairiyah bukan sekadar kampus. Ia menjadi saksi bisu perjuangan anak-anak muda yang ditempa keadaan. Dari ruang kelas sederhana, lahir pengusaha, politisi, hingga selebriti.

Seminar yang digelar bukan hanya agenda seremonial Ramadan. Ia menjelma menjadi panggung pengakuan bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari keterbatasan.

Karena pada akhirnya, seperti potongan adegan kehidupan yang penuh drama — mereka yang hari ini berdiri di puncak, pernah berdiri paling bawah.

Dan mungkin, di antara ratusan mahasiswa yang hadir malam itu, ada nama berikutnya yang kelak akan bersinar.

 

(Pis/Red*)