CILEGON, WILIP.ID — Pertandingan sepak bola persahabatan antara Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) Kota Cilegon dan Curug Asri FC berlangsung sengit. Saling kejar gol terjadi hingga laga yang digelar di Stadion Kampus Al-Khairiyah, Citangkil, Kota Cilegon, berakhir imbang 4-4.
Meski skor berakhir sama kuat, pertandingan tersebut bukan sekadar soal menang atau kalah. Lapangan hijau justru menjadi ruang bagi para guru olahraga untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi lintas satuan pendidikan.
Pembina IGORNAS Kota Cilegon, Hilman Setiaji, yang akrab disapa Uje, mengatakan pertandingan persahabatan itu menjadi bagian dari upaya mempertemukan para guru olahraga dalam suasana yang lebih cair.
“Pertandingan ini bukan hanya soal sepak bola. Yang utama adalah silaturahmi, komunikasi dan koordinasi antar-guru olahraga,” kata Uje, Minggu 20 September 2026.
Menurutnya, IGORNAS merupakan wadah bagi guru olahraga di Kota Cilegon dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP hingga SMA/SMK.
Organisasi yang diketuai Indri itu memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan olahraga sekaligus pembinaan generasi muda melalui pendidikan olahraga di sekolah.
“Guru-guru olahraga di Kota Cilegon dari semua jenjang masuk dalam IGORNAS. Karena itu, wadah ini punya potensi besar untuk ikut mendorong lahirnya anak-anak bangsa yang mumpuni di bidang olahraga,” ujarnya.
Uje menilai keberadaan guru olahraga tidak hanya berkaitan dengan aktivitas fisik siswa di sekolah. Lebih jauh, guru olahraga memiliki posisi penting dalam menemukan, membina, dan mengembangkan potensi atlet sejak usia dini.
Terlebih, cabang olahraga yang berkembang di Kota Cilegon cukup beragam. Mulai dari sepak bola, futsal, bola voli, hoki hingga berbagai cabang olahraga lainnya.
“Semua cabang olahraga itu membutuhkan pembinaan. Di IGORNAS juga banyak guru olahraga yang memiliki kapasitas sebagai pelatih,” jelasnya.
Ia menyebut sejumlah nama pelatih yang berasal dari lingkungan guru olahraga, di antaranya Coach Imam di sepak bola serta Arion dan Gustaf di cabang futsal.
Menurut Uje, potensi tersebut harus terus dikonsolidasikan agar guru olahraga tidak hanya berperan di lingkungan sekolah, tetapi juga ikut memperkuat ekosistem pembinaan olahraga di Kota Cilegon.
Karena itu, IGORNAS berencana menjadikan kegiatan olahraga bersama sebagai agenda rutin. Salah satunya melalui pertandingan atau aktivitas olahraga yang digelar secara berkala.
“Insyaallah satu bulan sekali akan kita agendakan bersama kawan-kawan. Ini penting untuk menjaga kebugaran fisik sekaligus memperkuat silaturahmi,” katanya.
Bagi Uje, guru olahraga harus menjadi contoh dalam menjaga kebugaran. Sebab, tugas mendidik generasi muda juga membutuhkan kondisi fisik dan mental yang prima.
“Mens sana in corpore sano. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat,” ujarnya.
Pertandingan IGORNAS melawan Curug Asri FC pun menjadi gambaran bahwa olahraga dapat menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Dari lapangan hijau, komunikasi terbangun, jejaring diperkuat, dan semangat bersama untuk memajukan olahraga di Kota Cilegon terus dirawat.
Dengan agenda olahraga yang dilakukan secara rutin, IGORNAS berharap hubungan antar-guru olahraga semakin solid. Dari silaturahmi tersebut, diharapkan lahir koordinasi yang lebih kuat untuk menemukan dan membina potensi olahraga dari sekolah-sekolah di Kota Cilegon.
(Alfa/Red*)















