Meriah! Ahmad Aflahul Aziz Resmi Tutup Kebondalem Super League, Siap Sumbang Kambing untuk Juara 2027

CILEGON, WILIP.ID – Turnamen sepak bola Kebondalem Super League (KSL) Jilid II resmi berakhir pada Minggu (2/8/2026). Penutupan kompetisi yang mempertemukan empat tim dari lingkungan Kelurahan Kebon dalem itu dipimpin langsung oleh Ketua Karang Taruna Kota Cilegon, Ahmad Aflahul Aziz.

Di hadapan ratusan peserta, panitia, tokoh masyarakat, dan pemuda, Aziz menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang mencari juara. Lebih dari itu, kompetisi menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun persaudaraan, sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Aziz mengawali dengan salam olahraga dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia Kebondalem Super League, Karang Taruna Kecamatan Purwakarta, jajaran Karang Taruna Kota Cilegon, para tokoh pemuda, hingga seluruh peserta yang telah menjaga sportivitas sejak pembukaan hingga partai final.

Ia turut mengucapkan selamat kepada tim Cakram yang berhasil keluar sebagai juara. Namun menurutnya, gelar juara hanyalah bonus dari sebuah kompetisi.

“Juara itu urusan nomor dua. Yang paling penting adalah bagaimana kita terus menjaga silaturahmi, memperkuat persaudaraan, dan merawat kekompakan masyarakat Kebondalem,” tegas Aziz yang disambut tepuk tangan para peserta dan penonton.

Pernyataan tersebut menjadi pesan utama yang ingin ditinggalkan dalam penutupan KSL Jilid II. Menurut Aziz, olahraga memiliki kekuatan menyatukan masyarakat tanpa memandang perbedaan. Karena itu, kompetisi seperti ini harus terus dijaga keberlangsungannya.

Tak hanya memberikan apresiasi, Aziz juga memberi motivasi kepada panitia agar tidak berhenti menyelenggarakan kegiatan positif bagi generasi muda. Ia berharap Kebondalem Super League terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang semakin besar.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Aziz bahkan memberikan komitmen yang langsung disambut sorak gembira peserta.

“Kalau tahun depan kembali digelar, saya siap menyumbangkan satu ekor kambing untuk hadiah juara pertama. Tolong dicatat,” ujarnya yang kembali disambut tepuk tangan meriah.

Komitmen tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Karang Taruna Kota Cilegon siap terus mendukung kegiatan olahraga berbasis masyarakat sebagai sarana pembinaan generasi muda sekaligus memperkuat solidaritas sosial.

Mengakhiri sambutannya, Ahmad Aflahul Aziz secara resmi menutup rangkaian pertandingan dengan mengucapkan, “Alhamdulillahirabbil’alamin, Turnamen Sepak Bola Kebondalem Super League saya nyatakan resmi ditutup.”

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kebondalem Super League Jilid II Lukman Hakim menjelaskan bahwa turnamen tahun ini berlangsung lancar sejak pembukaan hingga penutupan. Kompetisi diikuti empat tim yang seluruh pemainnya berasal dari warga Kelurahan Kebondalem.

Sistem pertandingan disusun melalui proses pendataan dan pengundian pemain sehingga seluruh warga yang mendaftar memperoleh kesempatan bertanding secara adil.

Panitia mengungkapkan, penyelenggaraan KSL menjadi langkah awal menghidupkan kembali semangat olahraga masyarakat setelah beberapa tahun Pekan Olahraga Kebondalem (POK) sempat dihentikan.

“Harapannya masyarakat Kebondalem semakin aktif berolahraga, mempererat silaturahmi, serta memperkuat sinergi antarwarga. Insya Allah pada 2027 kami ingin kembali menggelar Pekan Olahraga Kebondalem dengan lebih besar dan lebih meriah,” ujarnya.

Berakhirnya Kebondalem Super League Jilid II bukan sekadar menandai usainya sebuah turnamen. Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi bukti bahwa olahraga tetap menjadi bahasa pemersatu masyarakat. Di bawah dukungan Karang Taruna Kota Cilegon, semangat sportivitas, gotong royong, dan persaudaraan diharapkan terus tumbuh, menjadikan lapangan sepak bola bukan hanya tempat bertanding, tetapi juga ruang memperkuat kebersamaan warga.

(Has/Red*)