BANTEN, WILIP.ID – Komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam membangun prestasi olahraga tidak hanya berfokus pada atlet, tetapi juga pada sosok-sosok penting di balik layar. Pada Rabu (18/3/2026), melalui Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Banten, Dr. H. Ahmad Syaukani, M.Si, penghargaan diberikan kepada para asisten pelatih dari 14 cabang olahraga yang sukses mengantarkan atlet meraih medali dalam ajang POPNAS XVII 2025.
Momentum ini menjadi bukti bahwa keberhasilan olahraga adalah hasil kerja kolektif. Para asisten pelatih—yang sering luput dari sorotan—memiliki peran strategis dalam proses pembinaan, pendampingan, hingga penguatan mental atlet selama kompetisi berlangsung.
Adapun cabang olahraga yang menerima penghargaan meliputi angkat besi, atletik, balap sepeda, judo, karate, panahan, panjat tebing, pencak silat, renang, sepak bola, senam, taekwondo, tenis lapangan, dan tenis meja. Keberagaman cabang ini mencerminkan luasnya potensi olahraga pelajar di Banten yang terus berkembang secara konsisten.
Dalam keterangannya, Kadispora menegaskan bahwa Banten termasuk provinsi yang bergerak cepat dalam memberikan penghargaan kepada pelaku olahraga berprestasi, baik pada ajang POPNAS XVII maupun PEPARPENAS IX 2025. Seluruh proses pemberian apresiasi ini telah dirancang dan dianggarkan sebelumnya sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung ekosistem olahraga.
“Penghargaan ini adalah bentuk perhatian nyata pemerintah. Kami ingin memastikan bahwa seluruh elemen, termasuk asisten pelatih, mendapatkan apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya,” ungkapnya.
Prestasi Banten di POPNAS XVII 2025 menjadi catatan tersendiri. Untuk pertama kalinya, kontingen Banten berhasil menembus peringkat lima besar nasional, berada di bawah DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Dari 24 cabang olahraga yang dipertandingkan, Banten sukses mengoleksi total 50 medali dari 14 cabang olahraga—sebuah capaian yang mencerminkan peningkatan kualitas pembinaan.
Sementara itu, pada ajang PEPARPENAS IX 2025, Banten juga menunjukkan partisipasi kompetitif dengan meraih satu medali perak dari cabang para atletik, memperkuat posisi daerah dalam pengembangan olahraga inklusif.
Lebih jauh, Kadispora menekankan bahwa mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi bukanlah beban, melainkan tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara pemerintah, pelatih, asisten pelatih, dan atlet menjadi kunci untuk menjaga tren positif ini.
Melalui pemberian penghargaan ini, Pemerintah Provinsi Banten tidak hanya merayakan capaian, tetapi juga memperkuat fondasi pembinaan olahraga pelajar. Sebuah langkah strategis untuk memastikan bahwa Banten terus melahirkan atlet-atlet tangguh yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
(Has/ADV*)















