Pembekalan Wisuda Al-Khairiyah 2025: Menyiapkan Sarjana Tangguh Menuju Indonesia Emas 2045

CILEGON, WILIP.ID – Menjelang momentum besar Indonesia Emas 2045, Universitas Al-Khairiyah (Unival) bersama Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah menggelar Pembekalan Wisuda 2025. Acara yang berlangsung dua hari, 19–20 November 2025, di Hotel Seruni Puncak Bogor ini menjadi ruang penting bagi para calon sarjana untuk membaca ulang peran mereka di tengah perubahan zaman.

Sebanyak 497 calon wisudawan dan wisudawati mengikuti rangkaian materi intensif bersama jajaran civitas akademika dan sejumlah tokoh yang diundang khusus.

Momentum pembekalan bukan sekadar seremoni pra-wisuda. Ini adalah panggung untuk mengingatkan para sarjana bahwa gelar akademik bukan tujuan akhir, melainkan pijakan awal untuk berkontribusi.

Rektor Universitas Al-Khairiyah Dr. Rafiudin, M.Si menegaskan bahwa kecepatan perubahan global mengharuskan lulusan memiliki sensitivitas sosial dan kemampuan adaptasi tinggi.

“Lulusan Al-Khairiyah harus menjadi agen perubahan, bukan hanya penonton. Bekal ilmu dan nilai keislaman adalah modal utama untuk menjawab tantangan global dan nasional,” ujarnya.

Sebuah pesan yang relevan — ketika teknologi bergerak cepat dan transformasi sosial-ekonomi menuntut kehadiran intelektual yang sigap.

Sejumlah tokoh dihadirkan untuk memperkaya perspektif para peserta. Materi yang diberikan mencakup isu pembangunan karakter, teknologi, hingga strategi pembangunan daerah.

Empat narasumber utama yang tampil, yaitu:

Rektor Universitas Al-Khairiyah Dr. Rafiudin, M.Si, membahas peran sarjana dalam memperkuat sektor ekonomi dan teknologi.

Ketua STIT Al-Khairiyah H. Ahmad Munji, M.Pd, mengulas urgensi pendidik dan sarjana tarbiyah dalam membangun karakter dan moral generasi muda.

Ketua Pengurus Besar Al-Khairiyah KH. ALI MUJAHIDIN, S.Hi., MM., MH, memberi arahan mengenai visi gerakan Al-Khairiyah serta peran intelektual dalam ruang keumatan.

Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, membuka perspektif mengenai kebutuhan pembangunan daerah dan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, kampus, dan masyarakat.

Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menyampaikan apresiasi khusus kepada Al-Khairiyah yang dinilai konsisten mencetak SDM unggul. Ia bahkan mengajak para sarjana untuk kembali mengabdi di daerah.

“Cilegon membutuhkan energi baru dari para sarjana. Berkaryalah di sini, bangun kota ini bersama-sama,” tegasnya.

Dengan selesainya seluruh sesi, para calon wisudawan diharapkan tak hanya mengantongi pengetahuan, tetapi juga sikap mental sebagai pilar masa depan bangsa. Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan, tetapi tantangan nyata yang membutuhkan kontribusi para sarjana.

Pembekalan ini menjadi pengingat bahwa tugas intelektual adalah menjawab persoalan zaman — mulai dari tingkat lokal, seperti Cilegon, hingga tantangan nasional.

 

(Elisa/Red*)