Dua Siswi MAN 2 Kota Cilegon Lolos Beasiswa Al-Azhar Mesir, Bukti Mimpi Besar Bisa Berawal dari Ruang Kelas

0-0x0-0-0#

CILEGON, WILIP.ID – Kabar membanggakan datang dari MAN 2 Kota Cilegon. Dua siswi Program Keagamaan, Holidah dan Dwi Sita Sawaliyah, berhasil menembus salah satu kampus Islam paling prestisius di dunia, yakni . Keduanya dinyatakan lolos program beasiswa dan akan melanjutkan pendidikan tinggi di Mesir setelah melalui rangkaian seleksi yang ketat.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat diwujudkan melalui kerja keras, disiplin belajar, serta dukungan lingkungan pendidikan yang tepat. Di tengah persaingan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, dua siswi asal Banten itu mampu menunjukkan kapasitas akademik dan kemampuan bahasa Arab yang mumpuni.

Bagi Holidah, jalan menuju Al-Azhar bukanlah perjalanan yang mulus. Siswi kelas XII Program Keagamaan itu sempat merasakan kegagalan saat mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Alih-alih menyerah, ia justru menjadikan kegagalan tersebut sebagai titik balik untuk mengejar peluang lain.

“Awalnya saya mengikuti SNBP, tetapi belum menjadi rezeki saya. Setelah itu saya mencoba mendaftar ke Al-Azhar. Alhamdulillah semua proses dimudahkan hingga akhirnya dinyatakan lolos,” ujar Holidah, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, seleksi menuju Al-Azhar membutuhkan persiapan yang matang. Para peserta harus melewati verifikasi administrasi, ujian kemampuan bahasa Arab, hingga wawancara.

Saat ini, Holidah tengah mengikuti program penguatan bahasa Arab sebagai bekal sebelum keberangkatan ke Mesir.

“Kami mengikuti kelas bahasa Arab untuk memperkuat kemampuan komunikasi dan akademik agar lebih siap saat menjalani perkuliahan di Mesir,” katanya.

Siswi asal Warnasari itu mengaku tidak pernah membayangkan dapat menempuh pendidikan di luar negeri. Namun dukungan keluarga menjadi energi besar yang membuatnya terus melangkah.

Ayahnya yang bekerja sebagai kontraktor dan ibunya yang berstatus ibu rumah tangga menyambut kabar tersebut dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan.

“Orang tua sangat senang. Mereka bersyukur karena saya mendapat kesempatan kuliah di luar negeri dan diterima di Al-Azhar,” ungkapnya.

Holidah juga menilai MAN 2 Kota Cilegon memiliki lingkungan pendidikan yang kondusif serta program keagamaan yang mampu mendukung siswa mengembangkan potensi akademik dan spiritual secara seimbang.

“Saya memilih MAN 2 Kota Cilegon karena prestasinya bagus dan lingkungan belajarnya mendukung. Alhamdulillah, keputusan itu membawa saya sampai ke titik ini,” ujarnya.

Prestasi serupa diraih Dwi Sita Sawaliyah. Siswi asal Kampung Kemore, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang itu mengaku impian berkuliah di Al-Azhar telah tumbuh sejak masih duduk di bangku SMP.

Baginya, kelulusan tersebut bukan sekadar capaian akademik, melainkan terwujudnya cita-cita yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun.

“Saya sangat senang karena memang ini cita-cita saya sejak lama. Sejak SMP saya sudah ingin kuliah di Al-Azhar,” kata Dwi.

Lulusan Pondok Pesantren Nur El-Bantan itu memiliki kecintaan yang besar terhadap bahasa Arab. Ketertarikan tersebut menjadi pintu awal yang mengantarkannya mengenal lebih jauh dunia pendidikan Islam internasional.

“Saya memang sangat menyukai pelajaran bahasa Arab. Dari situlah muncul keinginan untuk melanjutkan studi ke Al-Azhar Mesir,” tuturnya.

Dwi menjelaskan, proses seleksi yang dijalani tidaklah sederhana. Selain mengikuti pendaftaran administrasi, para peserta juga harus menjalani karantina pembelajaran bahasa Arab dan tes penentuan level kemampuan bahasa.

“Prosesnya cukup panjang. Kami mengikuti karantina bahasa Arab, kemudian menjalani ujian untuk menentukan kemampuan bahasa sebelum dinyatakan lolos,” jelasnya.

Putri dari seorang karyawan perusahaan tersebut berharap kesempatan belajar di Al-Azhar dapat memperluas wawasan keilmuan, memperdalam pemahaman agama, serta menjadi bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di masa mendatang.

Keberhasilan Holidah dan Dwi Sita Sawaliyah menjadi gambaran nyata bahwa pendidikan berkualitas mampu membuka akses generasi muda menuju panggung internasional. Prestasi ini juga memperkuat reputasi MAN 2 Kota Cilegon sebagai lembaga pendidikan yang konsisten melahirkan generasi Qurani, berkarakter, berprestasi, dan mampu bersaing di tingkat global.

Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan saat ini, kisah dua siswi tersebut menjadi inspirasi bahwa kegagalan bukanlah akhir perjalanan. Dengan ketekunan, doa, dan semangat belajar yang kuat, mimpi menembus kampus dunia bukan lagi sekadar angan, melainkan sebuah kenyataan yang dapat diraih.

(Has/Red*)