MAN 2 Kota Cilegon Panen Prestasi di MTQ Banten 2026, Fahmil Putri Sabet Emas

CILEGON, WILIP.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan MAN 2 Kota Cilegon dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-23 tingkat Provinsi Banten tahun 2026. Madrasah yang selama ini dikenal konsisten membina cabang-cabang MTQ itu sukses mengantarkan siswi terbaiknya meraih medali emas di cabang Fahmil Quran putri, sekaligus menegaskan posisi MAN 2 sebagai salah satu lumbung kader unggulan kafilah Kota Cilegon.

Capaian tersebut bukan datang secara instan. Di balik raihan emas itu, ada proses pembinaan yang disiapkan serius sejak jauh hari. Selama kurang lebih tiga bulan, para siswa ditempa melalui latihan rutin, evaluasi berkala, hingga pembinaan langsung oleh para pembimbing yang dianggap ahli di bidang masing-masing.

Kepala MAN 2 Kota Cilegon, Mamad, di dampingi Waka Kesiswaan H. Ali Yakob dan Tim Pembina UPTQ MAN 2 Kota Cilegon Wahyudi, mengaku bangga atas pencapaian para siswanya di ajang MTQ Provinsi Banten tahun ini. Menurut dia, keberhasilan di cabang Fahmil dan Syarhil menjadi bukti bahwa ikhtiar panjang madrasah dalam membina potensi siswa di bidang keagamaan mulai membuahkan hasil nyata.

“Alhamdulillah, tahun ini pada MTQ tingkat Provinsi Banten ke-23, anak-anak kami berhasil meraih medali emas di cabang Fahmil Quran putri. Ini tentu menjadi prestasi yang sangat membanggakan bagi keluarga besar MAN 2 Kota Cilegon,” kata Mamad, Jumat (10/7/2026).

Ia menjelaskan, selama ini MAN 2 memang menaruh perhatian besar pada pembinaan cabang Fahmil Quran dan Syarhil Quran. Kedua bidang itu bahkan menjadi cabang unggulan yang secara konsisten diperkuat, karena dinilai memiliki tradisi prestasi yang cukup baik dari tahun ke tahun.

“Selama beberapa tahun terakhir, dua cabang ini memang menjadi unggulan kami. Banyak siswa MAN 2 yang kemudian dipercaya mewakili kecamatan maupun Kota Cilegon pada ajang MTQ, terutama untuk Fahmil dan Syarhil,” ujarnya.

Meski demikian, Mamad menegaskan pihak madrasah tidak hanya berfokus pada dua cabang tersebut. MAN 2, kata dia, tetap berupaya mengembangkan cabang-cabang lain agar lebih banyak potensi siswa yang bisa tumbuh dan bersaing di ajang MTQ.

Salah satu contohnya adalah cabang Hifzhil Hadis 500, yang tahun ini juga diikuti oleh salah satu siswi MAN 2. Meski belum berhasil membawa pulang gelar di tingkat provinsi, siswa tersebut sebelumnya sudah meraih juara di tingkat kota. Bagi pihak sekolah, capaian itu tetap menjadi modal penting untuk pembinaan jangka panjang.

Mamad memaparkan, persiapan menuju MTQ Provinsi Banten 2026 dimulai sejak awal Ramadan. Selama tiga bulan, para peserta mendapatkan pola pembinaan yang dibagi berdasarkan cabang lomba dan dibimbing langsung oleh pembina yang memang memiliki keahlian di bidangnya.

Untuk Syarhil Quran, misalnya, pembinaan dilakukan secara rutin tiga kali dalam sepekan. Pola ini dipilih karena cabang Syarhil membutuhkan kekompakan tiga unsur sekaligus, yakni pensyarah, pembaca tilawah, dan sari tilawah. Menurut Mamad, menyatukan ketiganya dalam satu penampilan yang utuh memang tidak mudah, sehingga membutuhkan waktu dan ketelatenan ekstra.

“Kalau Syarhil itu tantangannya ada pada kekompakan tim. Ada pensyarah, ada tilawah, ada sari tilawah. Jadi memang butuh waktu lebih panjang untuk memadukan semuanya,” tuturnya.

Sementara untuk Fahmil Quran, pola pembinaan dilakukan lebih intensif. Selain evaluasi di madrasah, para peserta juga diasramakan dan mendapat bimbingan langsung dari pembina yang dianggap sebagai pakar Fahmil Quran di Kota Cilegon. Setiap akhir pekan, para siswa dibawa untuk memperdalam materi sekaligus mengasah ketahanan mental bertanding.

Hasilnya pun terlihat nyata. Cabang Fahmil kembali menjadi penyumbang prestasi emas bagi MAN 2 Kota Cilegon di tingkat provinsi.

“Kalau Fahmil, kami benar-benar serahkan kepada pembimbing yang memang ahli di bidangnya. Alhamdulillah hasilnya memuaskan. Cabang ini hampir setiap tahun bisa memberi hasil terbaik bagi madrasah,” ucap Mamad.

Ia menambahkan, pola pembinaan yang dilakukan MAN 2 sejauh ini juga mendapat perhatian dari dewan hakim dan pegiat MTQ di daerah. Bahkan, menurutnya, progres pembinaan Syarhil di Kota Cilegon dinilai mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Prestasi di MTQ Provinsi Banten 2026 tak membuat MAN 2 cepat puas. Mamad menyebut capaian tahun ini justru menjadi bahan evaluasi sekaligus pemantik semangat untuk menatap ajang-ajang berikutnya.

Madrasah, kata dia, berencana memulai pembinaan lebih awal, bahkan sejak pelaksanaan MTQ tingkat kota yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini. Seleksi akan dilakukan sejak awal tahun ajaran baru, dengan membentuk beberapa tim dari siswa-siswi terbaik agar pembinaan bisa berjalan lebih terstruktur.

“Nanti akan kita petakan lagi. Siswa yang sudah lulus tentu akan diganti, lalu kita bentuk tim 1, tim 2, tim 3 sesuai kemampuan masing-masing. Setelah itu pembinaan dilakukan secara berkala,” ujarnya.

Tak hanya itu, MAN 2 juga menargetkan menghadirkan pembina-pembina terbaik dari tingkat provinsi agar kualitas latihan semakin meningkat. Harapannya, pada MTQ tingkat provinsi tahun depan, raihan MAN 2 dan kontribusinya bagi Kota Cilegon bisa lebih maksimal.

“Kalau tahun ini persiapannya tiga bulan, ke depan kami ingin lebih panjang. Bisa enam bulan, dengan pola yang lebih intens dan melibatkan pakar-pakar terbaik dari Banten,” kata Mamad.

Apresiasi atas capaian siswa MAN 2 Kota Cilegon juga datang dari Sekretaris Komite MAN 2 Kota Cilegon, Rachmatullah AS. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada para siswa yang dinilai berhasil mengharumkan nama sekolah, orang tua, dan Kota Cilegon di panggung MTQ tingkat provinsi.

“Atas nama komite MAN 2 Kota Cilegon, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada anak-anak kami yang telah berjuang dan mengharumkan nama Kota Cilegon melalui MTQ Provinsi Banten tahun 2026,” ujar Rachmatullah.

Ia menilai keberhasilan siswa MAN 2 tidak bisa dilepaskan dari kerja kolektif banyak pihak, mulai dari siswa, orang tua, guru, pembimbing, hingga pihak sekolah yang terus memberi ruang dan dukungan terhadap pengembangan potensi anak-anak di bidang MTQ.

“Komite tentu mengapresiasi para wali murid yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di MAN 2. Kami juga berterima kasih kepada kepala madrasah, dewan guru, dan para pembimbing yang sudah mendampingi anak-anak dari tingkat kecamatan, kota, sampai provinsi, wabil khsus terimakasih dan apresiasi kepada pendidik khususnya para pembimbing yang selalu bekerja keras hingga melahirkan anak – anak yang berprestasi” katanya.

Namun di balik rasa bangga itu, Rachmatullah juga menyampaikan catatan kritis terhadap capaian Kota Cilegon secara keseluruhan dalam MTQ Provinsi Banten 2026. Menurut dia, posisi Cilegon yang turun ke peringkat lima harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pemangku kepentingan, khususnya lembaga pembinaan MTQ di tingkat kota.

“Kalau tidak salah, tahun sebelumnya Kota Cilegon berada di posisi keempat. Sekarang turun ke peringkat lima. Ini tentu harus jadi evaluasi bersama. Jangan sampai prestasi kita terus menurun,” ujarnya.

Rachmatullah meyakini Cilegon sesungguhnya memiliki modal sumber daya manusia yang kuat di bidang tilawah, syarhil, fahmil, hingga cabang-cabang MTQ lainnya. Karena itu, ia berharap pembinaan ke depan dilakukan lebih serius, terukur, dan berkelanjutan agar Cilegon mampu kembali naik peringkat di tingkat provinsi.

“Cilegon ini gudangnya qari-qariah dan punya banyak potensi. Saya yakin kalau pembinaannya lebih serius dan konsisten, Kota Cilegon bisa kembali ke posisi tiga besar, bahkan lebih baik,” tegasnya.

Bagi MAN 2 Kota Cilegon, medali emas Fahmil Quran putri tahun ini bukan sekadar trofi, melainkan penegas bahwa madrasah tetap memiliki daya hidup dalam melahirkan generasi Qurani yang berprestasi. Prestasi itu juga memperlihatkan bahwa sekolah berbasis keagamaan tak hanya bicara akademik, tetapi juga mampu menjadi ruang tumbuh bagi bakat, disiplin, mental juang, dan karakter.

Di tengah persaingan MTQ yang kian ketat, MAN 2 memilih menjawab tantangan dengan kerja sunyi: membina, mengasah, dan menyiapkan kader-kader terbaik sejak dini. Dari ruang kelas, asrama, rumah pembina, hingga panggung lomba, proses itu terus dijaga sebagai bagian dari tradisi prestasi yang ingin diwariskan.

Kini, setelah panen medali di MTQ Banten 2026, MAN 2 Kota Cilegon tampaknya belum ingin berhenti. Target berikutnya sudah disiapkan: memperluas pembinaan, membuka peluang di lebih banyak cabang, dan memastikan nama madrasah tetap hadir di barisan depan prestasi MTQ Kota Cilegon maupun Provinsi Banten.

(Has/Red*)