CILEGON, WILIP.ID — Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Prof. Dr. H. Hasani Ahmad Said, M.A. atas pencapaiannya meraih jabatan akademik Guru Besar. Capaian ini dinilai bukan sekadar prestasi personal, melainkan juga menjadi penanda penting bahwa Al-Khairiyah terus melahirkan kader-kader unggul yang mampu menembus level akademik tertinggi dan memberi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan Islam, serta kemajuan bangsa.
Bagi keluarga besar Al-Khairiyah, capaian Prof Hasani memiliki makna lebih dari sekadar gelar akademik. Ia menjadi representasi dari keberhasilan tradisi pendidikan Al-Khairiyah dalam menanamkan fondasi keilmuan, integritas, dan semangat pengabdian kepada para kadernya. Dari lingkungan pendidikan Islam yang tumbuh di Banten, lahir sosok akademisi yang kini berdiri di puncak dunia kampus sebagai Guru Besar.
Prof Hasani sendiri merupakan salah satu putra terbaik Al-Khairiyah yang berasal dari Cabang Al-Khairiyah Karang Tengah, Kota Cilegon, Banten. Perjalanan akademiknya yang ditempuh melalui proses panjang, konsisten, dan penuh dedikasi dinilai menjadi inspirasi tersendiri, tidak hanya bagi santri dan mahasiswa, tetapi juga bagi alumni dan kader Al-Khairiyah di berbagai daerah.
Ketua Umum PB Al-Khairiyah, KH Ali Mujahidin, menegaskan bahwa keberhasilan Prof Hasani merupakan kebanggaan kolektif seluruh keluarga besar Al-Khairiyah. Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan bahwa kader Al-Khairiyah mampu bersaing di ruang akademik nasional dan mencapai jenjang tertinggi melalui kerja intelektual yang serius.
“Prof. Dr. H. Hasani Ahmad Said, M.A. adalah salah satu putra terbaik Al-Khairiyah yang lahir dari rahim pendidikan Al-Khairiyah Cabang Karang Tengah, Kota Cilegon, Banten. Beliau telah menunjukkan bahwa kader Al-Khairiyah mampu bersaing dan berprestasi hingga mencapai jenjang akademik tertinggi sebagai Guru Besar,” ujar Ali Mujahidin dalam keterangannya.
Atas nama PB Al-Khairiyah, Haji Mumu sapaan akrab KH. Ali Mujahidin menyampaikan selamat dan sukses atas amanah baru yang kini diemban Prof Hasani. Ia berharap capaian tersebut membawa keberkahan dan memperluas manfaat keilmuan yang selama ini ditekuni, terutama dalam pengembangan kajian Tafsir Maqashidi.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan, kekuatan, dan kemudahan kepada beliau dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang Tafsir Maqashidi, serta terus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat, bangsa, dan negara,” katanya.
PB Al-Khairiyah memandang, gelar Guru Besar yang diraih Prof Hasani bukanlah hasil instan. Jabatan akademik tertinggi itu lahir dari proses panjang yang ditopang oleh ketekunan belajar, integritas moral, disiplin intelektual, dan komitmen terhadap pengembangan keilmuan. Karena itu, capaian tersebut dinilai penting untuk dibaca sebagai teladan, terutama bagi generasi muda Al-Khairiyah agar tidak berhenti pada romantisme identitas, melainkan bergerak ke ruang-ruang prestasi yang konkret.
Dalam konteks itulah, keberhasilan Prof Hasani menjadi simbol bahwa Al-Khairiyah tidak hanya mewariskan semangat dakwah dan pendidikan, tetapi juga membangun tradisi intelektual yang mampu melahirkan akademisi dengan kapasitas nasional. Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompetitif, kehadiran sosok Guru Besar dari rahim Al-Khairiyah menjadi pesan kuat bahwa lembaga pendidikan Islam tetap relevan, bahkan strategis, dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.
Sekretaris Jenderal PB Al-Khairiyah, H. Ahmad Munji, M.Pd., juga menilai bertambahnya Guru Besar dari kalangan alumni Al-Khairiyah semakin memperkuat posisi Al-Khairiyah sebagai institusi pendidikan Islam yang konsisten melahirkan kader berkualitas. Menurutnya, capaian ini harus dipandang sebagai energi kolektif untuk mendorong lahirnya lebih banyak lagi akademisi, ulama, intelektual, dan pemimpin masa depan dari lingkungan Al-Khairiyah.
PB Al-Khairiyah berharap capaian Prof Hasani tidak berhenti sebagai kabar gembira internal organisasi, melainkan menjadi inspirasi luas bagi civitas akademika, santri, mahasiswa, alumni, dan generasi muda untuk terus berkarya, berinovasi, serta mengabdikan ilmu pengetahuan demi kemajuan umat dan bangsa. Sebab, di balik gelar Guru Besar itu, ada pesan yang lebih besar: bahwa pendidikan harus melahirkan manfaat, ilmu harus membentuk peradaban, dan pengabdian harus tetap menjadi orientasi utama.
Prestasi Prof Hasani sekaligus menegaskan komitmen Al-Khairiyah dalam mencetak kader intelektual yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas, berakhlak mulia, dan memiliki semangat pengabdian sebagaimana nilai-nilai yang diwariskan para pendiri Al-Khairiyah. Tradisi itulah yang kini menemukan relevansinya kembali melalui capaian salah satu putra terbaiknya.
“Selamat dan sukses kepada Prof. Dr. H. Hasani Ahmad Said, M.A. atas amanah sebagai Guru Besar. Semoga senantiasa menjadi cahaya ilmu, kebanggaan Al-Khairiyah, dan inspirasi bagi generasi penerus,” demikian pernyataan PB Al-Khairiyah.
Di tengah kebutuhan bangsa terhadap figur-figur akademik yang tak hanya cakap secara keilmuan, tetapi juga kokoh secara moral, lahirnya Guru Besar dari keluarga besar Al-Khairiyah menjadi kabar baik yang patut diapresiasi. Ini bukan hanya tentang satu nama yang mencapai puncak akademik, melainkan tentang satu tradisi pendidikan yang kembali membuktikan daya hidupnya: melahirkan ilmu, menjaga nilai, dan menyiapkan masa depan.
Al-Khairiyah Satria Setia Bhakti, Al-Khairiyah Bhakti Sepanjang Zaman.
(Has/Red*)















