Sebawon Unival Kukuhkan Generasi ke-9 Lewat Panggung Teater dan Instalasi Seni, Tegaskan Regenerasi Seniman Muda Cilegon

CILEGON, WILIP.ID – Semangat regenerasi dan kreativitas mahasiswa kembali ditunjukkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sebawon Universitas Al-Khairiyah (Unival) melalui gelaran Malam Inagurasi IV, sebuah perhelatan seni yang menggabungkan pertunjukan teater dan pameran instalasi seni sebagai puncak pengukuhan kader Generasi ke-9.

Kegiatan yang berlangsung di Kampus Universitas Al-Khairiyah, Senin (22/6/2026) malam, berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat dari mahasiswa, alumni, civitas akademika, hingga tamu undangan yang memadati area pertunjukan.

Tidak sekadar seremoni pengukuhan anggota baru, Malam Inagurasi IV menjadi ruang ekspresi yang memperlihatkan hasil proses pembelajaran, kreativitas, dan pengkaderan yang telah dijalani para anggota Sebawon selama beberapa bulan terakhir.

Beragam karya seni ditampilkan sepanjang acara. Mulai dari pertunjukan teater yang sarat makna, hingga instalasi seni yang menggambarkan dinamika pemikiran, kepekaan sosial, dan interpretasi artistik para kader muda. Setiap karya menjadi representasi dari perjalanan kreatif yang mereka tempuh selama masa pembinaan.

Ketua Umum UKM Sebawon, Rizki Fauzi, menegaskan bahwa inagurasi merupakan bagian penting dari proses regenerasi organisasi yang telah berlangsung secara konsisten selama bertahun-tahun.

Menurutnya, pengukuhan Generasi ke-9 bukan hanya menandai bertambahnya anggota baru, melainkan menjadi tonggak lahirnya generasi penerus yang diharapkan mampu menjaga eksistensi seni dan budaya di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

“Inagurasi IV ini bukan sekadar pentas seni, tetapi momentum pengukuhan kader baru Generasi ke-9 agar siap menjadi motor penggerak seni dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujar Rizki.

Ia menjelaskan, seni selama ini menjadi medium penting dalam membentuk karakter mahasiswa. Melalui proses berkesenian, mahasiswa tidak hanya belajar tentang teknik dan estetika, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, serta mengekspresikan gagasan secara kreatif.

Karena itu, setiap tahapan pengkaderan di UKM Sebawon selalu ditutup dengan ruang pertunjukan yang memberikan kesempatan bagi anggota untuk menunjukkan hasil proses belajar mereka kepada publik.

Sementara itu, Pimpinan Produksi Inagurasi IV, Uniarti, mengungkapkan bahwa persiapan kegiatan dilakukan secara intensif selama tiga hingga empat bulan. Seluruh anggota terlibat aktif mulai dari penyusunan konsep artistik, latihan pemeranan, pengaturan tata panggung, hingga pembuatan instalasi seni.

Menurutnya, kerja kolektif menjadi kunci keberhasilan acara yang mampu menghadirkan pertunjukan berkualitas dan mendapat apresiasi tinggi dari para penonton.

“Seluruh pengisi acara dan tim produksi menjalani proses latihan intensif selama beberapa bulan. Tantangannya cukup besar, tetapi terbayar dengan antusiasme penonton yang luar biasa malam ini,” katanya.

Apresiasi juga datang dari pihak kampus. Wakil Rektor I Universitas Al-Khairiyah, Muhammad Ihsan, menilai konsistensi UKM Sebawon dalam mengembangkan kegiatan seni dan budaya telah memberikan kontribusi positif terhadap iklim akademik di lingkungan universitas.

Ia menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan berbasis seni memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang kreatif, inovatif, serta memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya.

“Kami mengapresiasi suksesnya Inagurasi IV ini. UKM Sebawon terus membuktikan diri sebagai wadah yang produktif dan kreatif bagi mahasiswa. Kami berharap Generasi ke-9 mampu membawa nama baik almamater melalui karya-karya seni yang inovatif,” tutur Ihsan.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga terlihat dari kehadiran Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo. Kehadiran pemerintah daerah menjadi sinyal positif bahwa pengembangan seni dan budaya di kalangan generasi muda mendapat perhatian sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di Kota Cilegon.

Melalui Malam Inagurasi IV, UKM Sebawon kembali menegaskan posisinya sebagai ruang kreatif yang tidak hanya mencetak seniman kampus, tetapi juga melahirkan generasi muda yang mampu berkontribusi terhadap perkembangan seni, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat.

Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan zaman, keberadaan komunitas seni seperti Sebawon menjadi bukti bahwa kreativitas, budaya, dan ekspresi artistik tetap memiliki tempat penting dalam membentuk karakter generasi muda yang kritis, adaptif, dan berdaya saing.

(Has/Red*)