CILEGON, WILIP.ID – Universitas Al-Khairiyah (UNIVAL) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan daya saing global melalui penyelenggaraan Kuliah Pakar Internasional. Kegiatan yang digagas Fakultas Ilmu Komputer berkolaborasi dengan Fakultas Teknik ini menghadirkan akademisi internasional, Assoc. Prof. Muhammad Herman bin Jamaludin dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM), sebagai narasumber utama.
Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Al-Khairiyah, Didda Rahayu Yuliana, M.Kom., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus dalam membuka akses pengetahuan global bagi mahasiswa dan dosen, khususnya di bidang transformasi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Menurut Didda, kehadiran pakar dari Malaysia tersebut memberikan wawasan yang komprehensif mengenai perkembangan teknologi digital yang saat ini menjadi penggerak utama perubahan di berbagai sektor industri.
“Beliau menekankan pentingnya inovasi yang lahir melalui transformasi digital. Dosen dan mahasiswa didorong untuk mampu menciptakan solusi cerdas yang dapat membantu masyarakat menyelesaikan berbagai permasalahan sekaligus menjawab tantangan industri di era kecerdasan buatan,” ujarnya, Jumat 5 Juni 2026.
Dalam paparannya, Assoc. Prof. Muhammad Herman bin Jamaludin membagikan pengalaman akademik, tren teknologi global, hingga praktik terbaik dalam penerapan teknologi digital dan AI pada sektor engineering. Materi yang disampaikan mencakup berbagai perkembangan teknologi terkini seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Big Data, Cloud Computing, serta sistem cerdas yang mendukung transformasi industri modern.
Melalui kuliah pakar ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai perkembangan teknologi masa depan serta mampu mengimplementasikan ilmu tersebut dalam kegiatan akademik, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Tidak hanya menghadirkan forum akademik, kegiatan tersebut juga menjadi momentum strategis untuk membahas peluang kerja sama antara Universitas Al-Khairiyah dan Universiti Teknikal Malaysia Melaka. Sejumlah agenda kolaborasi dibahas, mulai dari pengembangan riset bersama, pertukaran mahasiswa, hingga program pertukaran dosen antarnegara.
Didda menilai kerja sama internasional menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi saat ini tidak hanya dituntut menguasai teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan analitis, kreativitas, serta adaptabilitas yang tinggi terhadap perubahan.
“Ke depan kami berharap UNIVAL mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi digital yang kuat, berpikir kritis, inovatif, dan siap menghadapi perkembangan teknologi yang sangat cepat,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara akademisi, industri, pemerintah, dan komunitas global merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Dengan sinergi tersebut, perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi motor penggerak lahirnya berbagai solusi inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.
(Has/Red*)















