Menyebrangi Lautan Demi Mengabdi, Mahasiswa Institut Al-Khairiyah Bawa Semangat Perubahan ke Lampung

PESAWARAN, LAMPUNG, WILIP.ID – Perjalanan panjang itu akhirnya terbayar. Dengan semangat pengabdian yang membara, puluhan mahasiswa Institut Al-Khairiyah rela menyebrangi lautan Selat Sunda untuk menjalankan misi Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Lintas Provinsi di Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Bagi sebagian orang, perjalanan ini mungkin hanya perpindahan dari satu provinsi ke provinsi lain. Namun bagi para mahasiswa, langkah tersebut menjadi simbol keberanian meninggalkan zona nyaman demi hadir di tengah masyarakat dan membawa manfaat nyata.

Setelah menempuh perjalanan darat dan menyeberang menggunakan kapal menuju Pulau Sumatera, rombongan mahasiswa akhirnya tiba di Kecamatan Marga Punduh. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Camat Marga Punduh, Hadi Jaya Kesuma, S.H., M.M., beserta jajaran pemerintah kecamatan dan aparatur desa.

Selama menjalankan pengabdian, mahasiswa mendapat pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan, Arie Nurdiansyah, M.Pd. dan Adha Mubarok, M.Pd., yang menekankan pentingnya menjaga etika, menghormati budaya lokal, serta menghadirkan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Ketua Kelompok 1 KKM Institut Al-Khairiyah, Ahmad Holilullah, mengaku perjalanan lintas provinsi ini menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan.

“Kami datang bukan hanya membawa nama kampus, tetapi juga membawa amanah untuk mengabdi kepada masyarakat. Menyebrangi lautan menjadi bagian dari perjuangan kami. Semoga kehadiran kami bisa memberikan manfaat, mempererat silaturahmi, serta meninggalkan kesan baik bagi masyarakat Kecamatan Marga Punduh,” ujar Ahmad Holilullah, Rabu 22 Juli 2026.

Ia menambahkan, seluruh anggota kelompok telah menyiapkan berbagai program yang menyentuh bidang pendidikan, sosial kemasyarakatan, keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat sesuai dengan potensi yang dimiliki setiap desa.

Sementara itu, Camat Marga Punduh, Hadi Jaya Kesuma, berharap para mahasiswa dapat membaur dengan masyarakat dan menjadi mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan desa.

Rangkaian penyambutan ditutup dengan doa bersama sebagai simbol dimulainya pengabdian lintas provinsi. Harapannya, seluruh program KKM berjalan lancar dan menjadi awal terbangunnya kolaborasi yang berkelanjutan antara Institut Al-Khairiyah dengan Pemerintah Kecamatan Marga Punduh.

“Menyebrangi lautan, meninggalkan keluarga, dan menempuh perjalanan ratusan kilometer. Semua dilakukan bukan demi sensasi, melainkan demi sebuah pengabdian. Di balik semangat para mahasiswa Institut Al-Khairiyah, tersimpan harapan besar agar ilmu yang mereka bawa mampu menjadi cahaya bagi masyarakat di tanah seberang.”

(Has/Red*)