INSTAL Bekali Mahasiswa KKM 2026, Siap Terjunkan Agen Perubahan ke Tengah Masyarakat

CILEGON, WILIP.ID – Institut Agama Islam Al-Khairiyah (INSTAL) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Pembekalan ini menjadi tahapan penting sebelum ratusan mahasiswa diterjunkan ke berbagai wilayah pengabdian. Selain memberikan pemahaman teknis pelaksanaan KKM, kegiatan tersebut juga membekali peserta dengan nilai-nilai kepemimpinan, etika, kolaborasi, serta kemampuan menyusun program pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Rektor Institut Agama Islam Al-Khairiyah (INSTAL), H. Ahmad Munji, M.Pd., bersama Direktur LPPM, Ade Imun Romadan, M.Pd. Kehadiran pimpinan kampus menjadi bukti keseriusan institusi dalam memastikan pelaksanaan KKM berjalan optimal sekaligus menjadi media pembelajaran yang aplikatif bagi mahasiswa.

Dalam sambutannya, Direktur LPPM Ade Imun Romadan menegaskan bahwa KKM tidak boleh dipandang hanya sebagai kewajiban akademik untuk memenuhi syarat kelulusan. Menurutnya, KKM merupakan ruang belajar yang sesungguhnya bagi mahasiswa untuk mengasah kepedulian sosial, kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, hingga mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika, serta menjadikan setiap aktivitas pengabdian sebagai bagian dari ibadah yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Rektor INSTAL, H. Ahmad Munji, M.Pd., berpesan agar mahasiswa melaksanakan KKM dengan penuh tanggung jawab, disiplin, keikhlasan, dan semangat melayani. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menjadi teladan melalui akhlak yang baik, ilmu yang bermanfaat, serta menghadirkan program-program yang mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan.

“Mahasiswa adalah representasi kampus di tengah masyarakat. Karena itu, kehadiran mereka harus mampu memberikan solusi, membangun kepercayaan, dan membawa manfaat bagi lingkungan tempat pengabdian,” pesannya.

Penguatan materi juga disampaikan Divisi Pengabdian LPPM, Syarifudin, M.Pd., dan Adha Mubarok, M.Pd. Keduanya mengajak seluruh peserta menjadikan KKM sebagai momentum mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kehidupan nyata.

Mahasiswa diminta membangun komunikasi yang santun, menghormati adat istiadat masyarakat setempat, menjalin sinergi dengan pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat, serta mengedepankan sikap inovatif, disiplin, bertanggung jawab, dan solutif dalam setiap program kerja.

Selain itu, peserta juga diingatkan pentingnya menjaga kekompakan tim, mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, serta meninggalkan jejak pengabdian yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui pembekalan ini, INSTAL berharap seluruh peserta memiliki kesiapan akademik, mental, spiritual, dan sosial sebelum terjun ke lokasi KKM. Semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian diharapkan menjadi modal utama mahasiswa dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

Dengan bekal tersebut, mahasiswa INSTAL diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi atas berbagai persoalan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan kemanusiaan.

(Has/Red*)