Robinsar Kukuhkan Bunda PAUD Cilegon, 3.000 Anak Belum Sekolah Jadi Pekerjaan Rumah

CILEGON, WILIP.ID – Penguatan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Cilegon tak cukup berhenti pada seremoni pengukuhan. Di tengah tuntutan menyiapkan generasi emas, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah daerah: memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan sejak usia dini.

Wali Kota Cilegon Robinsar resmi mengukuhkan Bunda PAUD Kota Cilegon sekaligus melantik Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Cilegon, Kamis (5/11/2026). Kegiatan yang mengusung tema Bersama Membangun Generasi Emas Melalui PAUD Berkualitas, Cerdas, Ceria dan Berkarakter tersebut menjadi momentum untuk memperkuat keterlibatan lintas sektor dalam membangun fondasi pendidikan anak.

Robinsar menegaskan, Bunda PAUD memiliki peran strategis, bukan sekadar menjadi simbol atau pendamping kegiatan pendidikan. Lebih dari itu, Bunda PAUD diharapkan menjadi penggerak yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat, memperkuat koordinasi antarlembaga, hingga mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada pendidikan anak usia dini.

“Tugas dan peran Bunda PAUD ini sangat penting untuk membantu memfasilitasi, menjembatani, serta memformulasikan kebutuhan pendidikan anak usia dini di Kota Cilegon. Ke depan, kita dorong koordinasi yang kuat bersama Dinas Pendidikan, kementerian terkait, hingga tingkat provinsi,” kata Robinsar.

Tak hanya mengandalkan sosialisasi, Pemkot Cilegon juga membuka peluang penguatan regulasi. Robinsar menyebut, pemerintah daerah akan mendorong penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwal) atau Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur kewajiban mengikuti pendidikan prasekolah minimal satu tahun sebelum anak memasuki jenjang sekolah dasar (SD).

Langkah tersebut sejalan dengan upaya memperkuat kesiapan anak sebelum memasuki pendidikan formal. Sebab, pendidikan usia dini bukan semata-mata tempat menitipkan anak, melainkan ruang pembentukan karakter, kemampuan motorik, kemandirian, serta keterampilan sosial.

Bunda PAUD Kota Cilegon, Alfi Rizki Aghnia Robinsar, menyatakan siap menerjemahkan arahan tersebut menjadi gerakan nyata hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

Alfi menilai, masih diperlukan edukasi kepada orang tua agar tidak mengabaikan pendidikan PAUD dan lebih memahami pentingnya proses tumbuh kembang anak melalui pembelajaran yang sesuai dengan usianya.

“PAUD sangat vital dalam melatih motorik serta sosialisasi dasar anak sebelum masuk SD. Kami akan turun ke kecamatan dan kelurahan untuk mengedukasi masyarakat agar anak-anak usia dini difasilitasi sekolah PAUD terlebih dahulu,” ujar Alfi.

Selain memperluas akses pendidikan, Alfi juga menyoroti pentingnya kesejahteraan tenaga pendidik. Menurutnya, kualitas pendidikan anak usia dini tidak bisa dilepaskan dari peran guru yang setiap hari mendampingi proses tumbuh kembang anak.

“Kami juga terus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan para guru di Kota Cilegon,” tegasnya.

Saat ini, Kota Cilegon memiliki 17 satuan PAUD negeri yang didukung sejumlah lembaga pendidikan swasta di berbagai kecamatan. Keberadaan lembaga tersebut menjadi modal untuk memperluas layanan pendidikan anak usia dini.

Namun, ketersediaan lembaga pendidikan saja belum cukup. Pemerataan akses, kualitas pembelajaran, kompetensi pendidik, serta kemampuan ekonomi keluarga tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Pengukuhan Bunda PAUD dan pelantikan Pokja pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda kelembagaan. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan setiap anak di Cilegon memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan prasekolah.

Sebab, investasi pendidikan tidak seharusnya baru dimulai ketika anak mengenakan seragam SD. Fondasi generasi masa depan justru dibangun sejak tahun-tahun pertama kehidupannya.

(Duh/Red*)