CILEGON, WILIP.ID – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon menggelar Sidang Proposal Skripsi Gelombang 3 di kampus STIT Al-Khairiyah, Sabtu (6/6/2026). Sidang ini menjadi tahapan penting bagi mahasiswa sebelum memasuki proses penelitian lapangan sebagai syarat penyelesaian studi.
Sebanyak enam mahasiswa mengikuti sidang dengan mempresentasikan proposal penelitian di hadapan dewan penguji. Selain menguji kesiapan akademik, forum tersebut juga menjadi ruang evaluasi untuk menyempurnakan metodologi dan arah penelitian agar menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.
Ketua Program Studi PIAUD STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon, Dr. Hj. Sholatul Hayati, M.Pd., mengatakan penelitian yang dilakukan mahasiswa tidak boleh berhenti sebatas memenuhi syarat kelulusan, tetapi harus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan anak usia dini.
“Kalian adalah calon pendidik generasi emas bangsa. Penelitian yang disusun harus mampu memberikan solusi bagi persoalan pendidikan anak usia dini, bukan sekadar menjadi dokumen akademik,” ujar Sholatul Hayati saat memberikan arahan kepada peserta sidang.
Menurutnya, dinamika pendidikan di era modern menuntut lahirnya penelitian yang inovatif, relevan, dan mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan anak usia dini.
Selama pelaksanaan sidang, para dosen penguji memberikan sejumlah masukan, koreksi, dan rekomendasi guna memperkuat substansi penelitian masing-masing mahasiswa. Diskusi berlangsung interaktif dengan fokus pada penyempurnaan kerangka berpikir, metodologi, hingga teknik pengumpulan data.
Usai mengikuti sidang proposal, keenam mahasiswa dinyatakan dapat melanjutkan ke tahap penelitian lapangan. Hasil sidang diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menyusun skripsi yang lebih komprehensif, berkualitas, dan dapat diselesaikan tepat waktu.
Melalui pelaksanaan Sidang Proposal Gelombang 3 ini, Prodi PIAUD STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu penelitian mahasiswa sekaligus mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan anak usia dini.
(Has/Red*)















