CILEGON, WILIP.ID – Upaya memperkuat fondasi literasi anak usia dini terus digencarkan. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah Cilegon menggelar diseminasi hasil penelitian bertajuk “Efektivitas Read Aloud sebagai Metode Peningkatan Literasi Anak Usia 4–5 Tahun”, Senin 29 Desember 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room 2 Kampus STIT Al-Khairiyah itu menjadi bagian dari program Litapdimas (Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) yang didukung Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIT Al-Khairiyah. Diseminasi ini menghadirkan dosen sekaligus peneliti, Is Nurhayati, S.Si., M.Pd., sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Is Nurhayati menjelaskan bahwa metode Read Aloud atau membacakan buku secara nyaring terbukti efektif meningkatkan kemampuan bahasa dan minat baca anak usia dini.
“Berdasarkan studi eksperimen yang kami lakukan di sejumlah PAUD di Kota Cilegon, terdapat peningkatan signifikan pada pemahaman kosakata serta ketertarikan anak terhadap buku setelah metode Read Aloud diterapkan secara konsisten,” ujar Is Nurhayati.
Menurutnya, usia 4–5 tahun merupakan masa emas (golden age) perkembangan anak, sehingga stimulasi literasi harus dilakukan dengan pendekatan yang tepat, menyenangkan, dan berkelanjutan. Read Aloud dinilai mampu merangsang imajinasi, konsentrasi, serta kemampuan komunikasi anak sejak dini.
Tak hanya memaparkan hasil riset, kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi akademisi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya di Kota Cilegon. Penguatan literasi sejak usia dini dipandang sebagai fondasi penting dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Luangkan waktu minimal 15 menit setiap hari untuk membacakan buku kepada anak. Jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan ini akan menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku,” pesan Is Nurhayati kepada para pendidik dan orang tua.
Ia juga menekankan bahwa hasil penelitian ini dapat menjadi masukan berbasis bukti bagi pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Kota Cilegon, dalam merumuskan kebijakan peningkatan literasi anak usia dini.
Rekomendasi riset tersebut, lanjutnya, dapat dikembangkan menjadi modul pelatihan guru maupun program intervensi literasi yang lebih terarah dan efektif di lembaga PAUD.
Acara yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB ini dihadiri oleh dosen tetap Program Studi PAI dan PIAUD, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Diharapkan, hasil diseminasi ini dapat diimplementasikan secara luas di berbagai satuan PAUD di Cilegon dan sekitarnya.
Melalui penelitian ini, STIT Al-Khairiyah turut berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, khususnya dalam aspek literasi sebagai fondasi kemampuan belajar dan berpikir kritis anak di masa depan.
(Elisa/Red*)















