CILEGON, WILIP.ID – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah terus mendorong inovasi di bidang pendidikan agama seiring pesatnya perkembangan teknologi. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui Seminar Hasil Penelitian Kolaborasi Antar Perguruan Tinggi dan Kementerian/Lembaga yang digelar pada Selasa (23/12/2025).
Bertempat di Meeting Room 2 Kampus STIT Al-Khairiyah, seminar yang dimulai pukul 10.00 WIB itu mengangkat tema “Pengembangan Modul Digital Interaktif dalam Meningkatkan Pemahaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama di Era Digital”. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Litapdimas yang dikelola Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIT Al-Khairiyah.
Seminar menghadirkan sejumlah akademisi lintas perguruan tinggi sebagai narasumber, yakni Dr. Uun Kurnaesih, M.S.I. dan Mutiara Sofa, S.Pd.I., M.Pd. dari STIT Al-Khairiyah, serta Dr. Siti Maryam, M.A. dari Universitas Cendikia Abditama Tangerang. Para pemateri memaparkan hasil penelitian terkait pemanfaatan modul digital interaktif sebagai media pembelajaran agama yang lebih kontekstual dan mudah dipahami oleh peserta didik.
Dalam paparannya, para peneliti menilai penggunaan media digital tidak hanya mampu meningkatkan daya tarik pembelajaran, tetapi juga membantu siswa memahami nilai-nilai pendidikan agama secara lebih mendalam dan relevan dengan realitas kehidupan di era digital.
Kolaborasi riset ini diharapkan tidak berhenti pada tataran akademik semata. Melalui dukungan Litapdimas serta sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait, hasil penelitian tersebut diharapkan dapat segera diimplementasikan secara luas di satuan pendidikan.
Penerapan modul digital interaktif dinilai penting untuk membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan substansi dan integritas nilai-nilai pendidikan agama.
Seminar ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta yang mayoritas terdiri dari dosen. Berbagai masukan dan gagasan strategis turut mengemuka, mulai dari pengembangan konten digital hingga tantangan implementasi di ruang kelas.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi terus berupaya menjaga relevansi dan kualitas pendidikan agama di tengah arus transformasi digital yang kian cepat.
(Elisa/Red*)















