CILEGON, WILIP.ID – Kisah pilu menimpa Rikkot Sinaga, pria yang akrab disapa Bapak Tioh. Ia harus menelan kenyataan pahit terpisah dari istri tercinta, Osti Meliana Siallagan, dan anak laki-lakinya, Agustinus Sinaga (±6 tahun), saat dalam perjalanan pulang kampung dari Bali menuju Sumatera Utara.
Peristiwa itu terjadi di wilayah Brebes, Jawa Tengah. Hingga kini, Rikkot masih berupaya menelusuri keberadaan keluarganya, sambil bertahan di Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Cilegon dengan harapan suatu hari bisa kembali berkumpul.
Rikkot menuturkan, sebelum Hari Nyepi, ia bersama istri dan anaknya memutuskan meninggalkan Bali karena masalah di tempat kerja. Mereka berencana pulang ke Pematang Siantar dengan menggunakan sepeda motor.
Namun perjalanan panjang itu berubah menjadi tragedi keluarga.
“Pada 23 Maret 2026 sekitar pukul 23.00 WIB, saya tiba di Brebes. Motor saya tiba-tiba mati karena busi rusak. Istri dan anak saya berjalan di depan, sementara saya mendorong motor dari belakang menuju bengkel,” ujar Rikkot dengan suara bergetar, Senin (7/4/2026).
Saat Rikkot selesai memperbaiki kendaraannya, istri dan anaknya sudah tidak terlihat. Upaya pencarian dilakukan hingga ke pusat Kota Brebes, namun tak membuahkan hasil.
“Saya sudah cari ke mana-mana, tanya warga dan petugas parkir. Katanya sempat melihat dengan ciri-ciri yang sama ke arah Pantura menuju Jakarta,” ungkapnya.
Berbekal informasi tersebut, Rikkot melanjutkan perjalanan menyusuri jalur Pantura hingga akhirnya tiba di Kota Cilegon. Dalam kondisi kelelahan dan tanpa bekal, ia mengandalkan bantuan warga yang bersimpati.
“Uang saya sudah habis. Bahkan untuk beli bensin saja, saya dibantu orang-orang di jalan,” katanya.
Di tengah kondisi sulit, secercah harapan muncul. Rikkot mendapatkan bantuan dari petugas Satpol PP yang kemudian mengarahkannya ke Dinas Sosial Kota Cilegon. Dari sana, ia dipertemukan dengan komunitas marga Sinaga yang tergabung dalam Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Dohot Boru (PPTSB) wilayah Banten.
Bantuan tersebut menjadi titik balik bagi Rikkot untuk bertahan, sekaligus memperluas jaringan pencarian terhadap keluarganya.
“Saya akan menunggu istri dan anak saya di Cilegon. Terima kasih kepada Dinas Sosial Kota Cilegon dan keluarga besar Sinaga yang sudah membantu saya,” ucapnya penuh harap.
Kini, harapan Rikkot bertumpu pada kepedulian masyarakat luas. Ia berharap siapa pun yang melihat seorang ibu bersama anak laki-laki berusia sekitar 6 tahun dengan ciri-ciri yang sesuai, dapat segera memberikan informasi.
Masyarakat dapat menghubungi Badia Sinaga di nomor 0877-7322-2910.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di tengah kerasnya perjalanan hidup, solidaritas dan kepedulian sosial tetap menjadi cahaya bagi mereka yang sedang terpuruk.
(Has/Red*)















