Banjir Kiriman Rendam Pondok Golf Asri hingga 1 Meter, Warga Soroti Aliran Air dari Kawasan Industri

CILEGON, WILIP.ID — Banjir kembali merendam kawasan permukiman warga di lingkungan Tegal Papak, Sumampir, Kota Cilegon, Sabtu malam (8/3/2026). Hujan deras yang mengguyur selama kurang lebih tiga jam memicu banjir kiriman yang masuk ke sejumlah perumahan, termasuk Pondok Golf Asri.

Ketinggian air di kawasan tersebut dilaporkan mencapai sekitar satu meter. Kondisi ini memaksa sebagian warga meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi demi menghindari risiko yang lebih besar.

Rachmatullah AS, warga Tegal Papak Sumampir, mengatakan banjir yang datang bukan semata-mata akibat hujan lokal, melainkan kiriman air dari sejumlah kawasan di hulu, termasuk dari area komplek perusahaan di sekitar kawasan industri.

“Banjir yang saya tahu ini air kiriman dari komplek perusahaan di kawasan Krakatau Steel. Mulai dari Jalan Semang Raya, Kubang Lampung, Komplek KR, Komplek Kubang Wulung, Junggle Park, lalu terus mengalir sampai ke lapangan golf,” ujar Rachmatullah.

Menurutnya, aliran air tersebut sebelumnya masih bisa tertampung oleh danau besar yang berada di area lapangan golf. Namun kondisi penampungan air itu kini dinilai tidak lagi optimal.

“Dulu di lapangan golf ada danau besar yang berfungsi sebagai penampung air saat banjir. Kedalamannya dulu sekitar tiga meter. Sekarang paling tinggal setengah meter, jadi tidak mampu lagi menampung debit air,” jelasnya.

Rachmatullah menilai kondisi tersebut perlu segera ditangani secara serius oleh pemerintah daerah. Salah satu solusi yang menurutnya bisa dilakukan dalam waktu cepat adalah pengerukan area yang menjadi jalur aliran air.

“Solusi tercepat menurut saya, wali kota harus menurunkan alat berat. Area Junggle Park harus dikeruk pendalamannya, begitu juga danau di lapangan golf harus didalamkan lagi agar bisa menampung air saat hujan besar,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang warga pondok golf asri, Muhammad Rizki Baidullah, melaporkan bahwa banjir yang datang tiba-tiba membuat sejumlah kendaraan miliknya terendam.

“Di rumah saya satu unit mobil dan dua motor ikut terendam. Air datang terus karena kiriman dari atas,” katanya.

Menurut warga, banjir kiriman mulai datang justru setelah hujan mulai reda. Air mengalir dari sejumlah kawasan perumahan dan fasilitas di wilayah yang lebih tinggi menuju permukiman mereka.

“Airnya datang dari arah perumahan dan kawasan sekitar Rumah Sakit Krakatau Medika, semuanya lari ke sini,” ujar rizki.

Warga yang panik terlihat berupaya menyelamatkan barang-barang di dalam rumah. Beberapa di antaranya menutup pintu rapat-rapat agar sampah dan arus air tidak semakin masuk ke dalam rumah.

Kondisi tersebut membuat sebagian besar rumah di kawasan Pondok Kolok Asri tampak kosong karena ditinggalkan penghuninya yang memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Warga berharap pemerintah Kota Cilegon segera turun tangan melakukan penanganan cepat, sekaligus mengevaluasi sistem pengelolaan aliran air di kawasan tersebut.

Bagi mereka, banjir bukan lagi sekadar peristiwa musiman, tetapi persoalan yang terus berulang tanpa solusi permanen. Ketika hujan turun beberapa jam saja, air kiriman sudah cukup untuk menenggelamkan permukiman warga.

Kini, harapan warga sederhana: air cepat surut, dan pemerintah serius mencari jalan keluar agar banjir kiriman tak lagi menjadi mimpi buruk setiap musim hujan.

 

(Has/Red*)