CILEGON, WILIP.ID – Nelayan di Kampung Medaksa, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, menyambut antusias kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pengmas) yang digelar oleh tim dosen Universitas Al-Khairiyah (Unival) Cilegon. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (19/10/2025) dan difokuskan pada pelatihan kewirausahaan berbasis hasil laut.
Kegiatan ini diharapkan bisa jadi titik awal peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya nelayan yang selama ini kesulitan mengakses pelatihan dan informasi seputar usaha.
Ketua Rukun Nelayan Kaltek, Iman Rohim, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Unival. Menurutnya, pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan agar nelayan bisa naik kelas secara ekonomi.
“Kami berharap kegiatan seperti ini jangan berhenti di tengah jalan. Nelayan butuh pembinaan nyata agar bisa mengembangkan usaha sendiri,” ujar Iman kepada detikcom.
Iman juga menyoroti potensi besar sektor perikanan di Medaksa yang belum tergarap maksimal. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah padatnya aktivitas kapal Roro di sekitar perairan Pulomerak, yang berdampak pada ruang gerak nelayan kecil.
“Potensi laut kami besar, tapi belum termanfaatkan dengan optimal. Kalau pelatihan dan pendampingan ini berkelanjutan, nelayan di sini bisa jauh lebih maju,” katanya.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unival, Mahfudoh, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Pelatihan tak hanya fokus pada pengolahan ikan, tetapi juga pendampingan usaha dari hulu ke hilir.
“Kami ingin warga Medaksa bisa mengelola potensi laut menjadi produk unggulan yang punya nilai ekonomi tinggi,” ujar Mahfudoh.
Tak hanya itu, Mahfudoh menjelaskan bahwa pelatihan ini juga menyasar aspek legalitas dan pemasaran produk.
“Kami bantu dari kemasan, perizinan, sertifikasi halal, hingga membuat website promosi. Tujuannya, agar nelayan dan pelaku UMKM tak hanya menjual hasil tangkapan mentah, tapi juga produk olahan yang punya nilai tambah,” tuturnya.
Kegiatan pengmas ini menjadi harapan baru bagi warga pesisir Medaksa. Selain mengedukasi, pelatihan ini juga membuka akses lebih luas terhadap peluang pasar dan peningkatan daya saing produk lokal.
Dosen-dosen Unival berharap kegiatan ini menjadi pemicu lahirnya usaha kecil yang berkelanjutan di sektor kelautan dan perikanan. Sementara masyarakat nelayan berharap agar kegiatan serupa bisa dilakukan secara berkala, tak hanya sebagai seremonial semata.
(Elisa/Red*)















