Wakil Ketua I STIT Al Khairiyah: Riset, Inovasi, dan Kolaborasi adalah Jalan Menuju Kampus Unggul

CILEGON, WILIP.ID – Stadium General Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Khairiyah Citangkil Cilegon, Rabu (3/9/2025), menghadirkan tema yang cukup “berat”: Riset, Inovasi, dan Kolaborasi Kunci Mewujudkan Perguruan Tinggi Unggul.

Menurut Wakil Ketua I STIT Al Khairiyah, pilihan tema ini bukan tanpa alasan. Dunia pendidikan tinggi, katanya, tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan dengan ijazah. Perguruan tinggi dituntut untuk menghasilkan riset berkualitas, menghadirkan inovasi yang relevan, dan membangun jejaring kolaborasi agar tetap kompetitif di tingkat nasional bahkan internasional.

“Riset adalah pilar utama kampus. Dari riset lahir temuan baru, solusi untuk masyarakat, dan reputasi akademik yang lebih kuat,” jelasnya.

Ia menekankan, perubahan sosial dan teknologi yang begitu cepat membuat inovasi tidak bisa ditawar. “Riset jangan berhenti jadi laporan. Harus diubah jadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, dunia usaha, dan industri,” tambahnya.

Tak kalah penting, kata dia, adalah kolaborasi. “Kampus tidak bisa berdiri sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah, industri, masyarakat, dan perguruan tinggi lain menjadi kunci agar keunggulan bisa dicapai lebih cepat,” ujarnya.

Dorong Budaya Riset Sejak Dini

STIT Al Khairiyah, lanjutnya, tengah membangun kultur riset di kalangan dosen dan mahasiswa. Lingkungan akademik dibentuk agar riset bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian penting dari proses belajar.

Dosen didorong aktif meneliti isu-isu keislaman, pendidikan, dan problem sosial. Kampus pun menyediakan research group, center of studies, hingga fasilitasi publikasi ke jurnal nasional maupun internasional.

Mahasiswa pun tak ketinggalan. Mereka dilatih menulis artikel ilmiah, melakukan penelitian sederhana sejak awal kuliah, hingga ikut lomba karya tulis. “KKN, observasi lapangan, sampai riset kecil diarahkan agar mahasiswa terbiasa peka terhadap masalah masyarakat,” katanya.

Ekosistem Inovasi di Pendidikan dan Tarbiyah

STIT Al Khairiyah juga menyiapkan ekosistem inovasi lewat kurikulum yang responsif zaman. Pendekatannya student centered learning dan project based learning. Laboratorium pendidikan dan ruang microteaching disiapkan agar mahasiswa bisa menguji metode dan strategi pembelajaran kreatif.

Pemanfaatan platform digital turut diperkuat, dari e-learning, kelas virtual, hingga konten edukatif berbasis IT yang dikembangkan dosen dan mahasiswa. Penelitian pun diarahkan ke isu aktual, seperti metode pembelajaran Aqidah Akhlak untuk generasi Z, atau penguatan karakter lewat media sosial.

“Kami juga bekerja sama dengan sekolah dan madrasah sebagai teaching school. Itu jadi ekosistem inovatif sekaligus laboratorium nyata untuk mahasiswa calon guru,” pungkas Wakil Ketua I.

 

(Elisa/Red*)