Delapan Siswa MAN 2 Cilegon Wakili Kota Baja di Olimpiade Madrasah Banten

CILEGON, WILIP.ID – Dari ruang-ruang kelas Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Cilegon, lahir delapan nama yang kini tengah menyalakan asa di panggung Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Banten. Ajang yang digelar pada 2–3 Oktober 2025 di Grand El Haji, Cipondoh, Kota Tangerang, itu menjadi saksi bagaimana para pelajar Cilegon tampil sebagai peserta terbanyak dari satu madrasah.

Kepala MAN 2 Kota Cilegon Mamad mengaku bangga. Baginya, capaian ini bukan semata soal angka delapan, melainkan buah dari kerja keras, ketekunan, dan doa yang panjang. “Ini bukti bahwa anak-anak madrasah bisa bersaing, tidak hanya di ranah agama, tetapi juga ilmu pengetahuan umum,” ujarnya penuh semangat, Jumat, 3 Oktober 2025.

Nama-nama itu kini jadi sorotan, bukan hanya di lingkup sekolah, tapi juga di kalangan pendidikan Kota Baja. Mereka adalah:

1. Mutammimah (XII IPS 2 – Geografi)

2. Fajriatul Fithroh (XII IPA 3 – Fisika)

3. M. Zidan Ghifari Ath Thoriq (XII IPA 1 – Fisika)

4. Qonita Hanifa (XI IPA 1 – Kimia)

5. Hanifah Humaira (XII IPA 3 – Biologi)

6. Yuga Ipanka (XII IPA 2 – Kimia)

7. M. Ahnaf Al Ghazali (XII IPA 2 – Matematika)

8. M. Asyqon Firdaus (XI IPS 1 – Ekonomi)

Mereka datang dari lintas jurusan—IPA, IPS, hingga matematika—mewakili spektrum ilmu yang luas. Ada yang menekuni hukum alam melalui fisika, ada yang mengurai kehidupan lewat biologi, ada pula yang meneliti perilaku pasar di bidang ekonomi.

Di balik deretan nama, ada cerita tentang buku-buku yang dibaca hingga larut malam, soal-soal latihan yang tak terhitung jumlahnya, dan guru-guru yang sabar mendampingi. “Kemenangan bukan sekadar medali, tetapi proses membentuk karakter dan mental juara,” kata Kepala MAN 2 menambahkan.

Olimpiade Madrasah Indonesia tingkat Provinsi Banten menjadi panggung pertama. Dari sanalah mereka bermimpi melangkah lebih jauh ke tingkat nasional.

Kota Baja menaruh harapan, semoga dari tangan-tangan muda ini lahir generasi ilmuwan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai madrasah.

 

(Elisa/Red*)