CILEGON, WILIP.ID – Dalam upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, Eka Hospital bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon menggelar kegiatan pembekalan dan wawancara kerja bagi calon tenaga kerja, Kamis (13/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung di bawah fasilitasi Disnaker ini menjadi bagian dari rekrutmen tahap pertama untuk rumah sakit baru Eka Hospital yang tengah dibangun di kawasan Cibeber, Kota Cilegon.
“Hari ini kami melakukan pembekalan sekaligus wawancara langsung dengan para kandidat yang sudah lolos tahap psikotes,” ujar Natalie Saacke, Head Corporate Communications & External Affairs Eka Hospital.
Menurut pihak manajemen, kegiatan pembekalan ini menjadi langkah penting agar calon tenaga kerja memahami karakter dan standar rekrutmen di Eka Hospital, yang menerapkan sistem berbeda dengan perusahaan pada umumnya.
“Harapan kami, sebanyak mungkin tenaga kerja dari warga Cilegon bisa bergabung dengan Eka Hospital. Dengan adanya pembekalan ini, peserta jadi lebih siap menghadapi tes dan wawancara,” tambah Natalie.
Pada tahap pertama ini, Eka Hospital membuka sekitar 120 posisi yang mencakup bidang medis dan nonmedis. Dari jumlah tersebut, 60 kandidat telah dinyatakan lolos ke tahap wawancara.
“Untuk saat ini, yang paling banyak di bidang administrasi. Sementara tenaga medis akan diseleksi terpisah,” katanya.
Pihak Eka Hospital juga mengapresiasi dukungan penuh Disnaker Cilegon dalam proses rekrutmen ini. Sejak awal, kedua pihak berkoordinasi agar proses seleksi berjalan transparan dan sesuai regulasi.
“Kami banyak dibantu oleh Disnaker, khususnya Pak Dayat, agar tahapan rekrutmen ini berjalan sesuai aturan,” ujar Natalie.
Disnaker sendiri turut menyediakan sistem rekrutmen digital melalui aplikasi ‘Siap Kerja’, yang memungkinkan pelamar mengakses informasi lowongan dan mengikuti proses seleksi secara terbuka.
“Dengan sistem ini, masyarakat bisa mendaftar secara resmi dan kami bisa memantau prosesnya dengan mudah,” jelas pihak Eka Hospital.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (PENTA) Disnaker Cilegon, Hidayatullah, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, kerja sama antara dunia industri dan pemerintah daerah menjadi kunci memperluas lapangan kerja lokal.
“Eka Hospital tanggap dan punya itikad baik. Mereka ingin investasinya berdampingan dengan masyarakat. Tapi prosesnya tetap profesional, karena ini rumah sakit—tidak boleh ada kesalahan sekecil apa pun,” tegas Hidayatullah.
Disnaker memfasilitasi kegiatan bimbingan praseleksi agar para pencari kerja lebih siap menghadapi proses rekrutmen. Setelah bimbingan, peserta langsung mengikuti sesi wawancara dengan pihak rumah sakit.
“Kami hanya memfasilitasi. Keputusan siapa yang diterima sepenuhnya kewenangan Eka Hospital. Tapi kami dorong agar prioritas tetap untuk warga lokal,” tambahnya.
Meski belum mengumumkan jumlah pasti lowongan, posisi yang dibuka mencakup tenaga dokter, perawat, bidan, analis laboratorium, hingga staf farmasi.
Eka Hospital menargetkan pembangunan fasilitas kesehatannya di Cibeber rampung dan siap beroperasi pada pertengahan 2026, sekitar bulan April–Mei, bergantung pada tahapan konstruksi dan perizinan.
“Kami ingin memastikan Eka Hospital Cilegon hadir dengan layanan kesehatan terbaik sekaligus membuka peluang kerja luas bagi masyarakat sekitar,” tutup Natalie.
Hidayatullah menambahkan, pola rekrutmen seperti ini akan terus diterapkan Disnaker untuk perusahaan lain di Cilegon.
“Kami ingin setiap perusahaan yang merekrut tenaga kerja berkoordinasi dulu dengan Disnaker. Ini untuk menjamin rekrutmen berjalan transparan dan memberi manfaat bagi masyarakat lokal,” ujarnya.
Sejauh ini, tercatat 54 perusahaan di Cilegon telah melaporkan kegiatan rekrutmen melalui Disnaker, termasuk Krakatau Chandra Energi dan Chandra Asri Petrochemical.
“Semua kami arahkan untuk menggunakan aplikasi Karirhub agar masyarakat mudah mengakses informasi lowongan kerja,” pungkasnya.
(Elisa/Red*)















