CILEGON, WILIP.ID – Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kota Cilegon kembali menetapkan Ratu Ati Marliati sebagai Ketua DPD II untuk periode 2025–2030. Forum konsolidasi ini digelar di Hotel Mangku Putra, Cilegon, Rabu, 26 November 2025, dan berlangsung meriah dengan kehadiran hampir seluruh unsur kepengurusan partai.
Acara tersebut dihadiri Ketua DPD I Golkar Banten Andika Hazrumy, Sekretaris DPD I Bahrul Ulum, Ketua Dewan Pembina DPD II Golkar Cilegon Iman Ariyadi, serta Wakil Wali Kota Cilegon dari PPP Fajar Hadi Prabowo. Pengurus partai dari tingkat kota hingga kelurahan turut memadati lokasi, menandai kuatnya konsolidasi partai pemenang Pemilu 2024 di Cilegon.
Keberhasilan Golkar memenangkan Pileg dan Pilkada 2024 menempatkan partai beringin kembali sebagai kekuatan politik terbesar di Cilegon. Musda kali ini lebih banyak menjadi ajang penguatan mandat dibanding pertarungan internal.
Usai penetapan, Ratu Ati Marliati menyampaikan apresiasinya kepada seluruh Ketua PK dan PL yang kembali mempercayakan kepemimpinan periode kedua.
“Kepercayaan ini menjadi amanah besar. Saya berkomitmen membawa Partai Golkar Cilegon lebih maju dan menjaga kemenangan yang sudah kita raih,” ujarnya.
Ratu Ati menegaskan bahwa periode barunya akan diisi dengan pembenahan menyeluruh. Penataan ulang struktur organisasi menjadi fokus pertama. Selain itu, kantor DPD II Golkar Cilegon juga bakal direnovasi total dari lantai 1 hingga 3.
“Kami ingin menciptakan ruang diskusi yang lebih nyaman untuk kader dan organisasi sayap. Kantor partai harus menjadi pusat gerak dan ide,” kata Ati.
Ia menambahkan, Partai Golkar Cilegon harus tetap menjadi panggung politik yang berperan aktif dalam kebijakan publik melalui kekuatan eksekutif maupun legislatif. “Akhirnya, semua harus bermuara pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Cilegon,” ujarnya.
Ketua DPD I Golkar Banten, Andika Hazrumy, menyampaikan selamat kepada Ratu Ati. Ia menilai kepemimpinannya terbukti membawa Golkar tetap dominan.
“Bu Ati sukses memimpin Golkar menang di eksekutif dan legislatif. Kepercayaan kader kepadanya sangat tinggi,” ujar Andika.
Ia juga menyinggung dinamika politik nasional menuju Pemilu 2029, termasuk wacana pemilihan langsung maupun tidak langsung. Golkar, kata Andika, siap menghadapi skenario apa pun.
“Kader Golkar harus terus adaptif, responsif, dan progresif. Apa pun bentuk aturan demokrasi, Golkar siap,” katanya.
(Elisa/Red*)















