CILEGON, WILIP.ID – Kepedulian terhadap warga terdampak banjir di Ciwandan Kota Cilegon mendorong sejumlah anggota DPRD untuk bergerak bersama. Ketua Komisi I DPRD Kota Cilegon, Ahmad Hafid, menyebut empat anggota dewan lintas fraksi berinisiatif menyalurkan bantuan guna meringankan beban korban bencana.
Keempat anggota DPRD tersebut berasal dari Fraksi NasDem, PPP, dan PAN. Mereka masing-masing Novia dari Fraksi NasDem, Saiful Basri dari Fraksi PPP, serta Ahmad Hafid dan Sarbudin dari Fraksi PAN.
“Kami dari empat anggota dewan ini berinisiatif memberikan bantuan sebagai bentuk empati kepada warga yang terdampak banjir. Mudah-mudahan bisa sedikit meringankan beban mereka,” kata Ahmad Hafid, Sabtu (3/1/2025).
Menurut Hafid, total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar Rp11 juta. Dana tersebut difokuskan untuk membantu kebutuhan dasar warga di masa tanggap darurat, khususnya penyediaan pangan.
“Nilainya memang tidak besar, sekitar Rp11 juta, tapi kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat,” ujarnya.
Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi anggota dewan lainnya maupun kalangan pengusaha di Kota Cilegon untuk ikut tergerak membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Mudah-mudahan ini bisa menjadi pemantik kepedulian. Semakin banyak yang terlibat, tentu semakin ringan beban saudara-saudara kita,” tuturnya.
Apresiasi atas bantuan tersebut disampaikan Pemerintah Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan. Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Kubangsari, Siti Badi’ah, menyampaikan terima kasih atas kontribusi para anggota DPRD dan pihak lain yang telah membantu warganya.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Dewan Hafid beserta rekan-rekan. Saya mewakili warga Kubangsari menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya,” ujar Siti Badi’ah.
Ia menjelaskan, dana bantuan sebesar Rp11 juta tersebut dialokasikan untuk operasional dapur umum bagi warga terdampak banjir. Bantuan ini menjadi penopang penting di tengah keterbatasan dukungan dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Bantuan CSR ada, tetapi terbatas karena korban banjir tidak hanya di Kelurahan Kubangsari. Karena itu, kami berupaya memanfaatkan dana yang ada sebaik mungkin untuk kebutuhan pangan warga,” jelasnya.
Pengelolaan dapur umum, lanjut Siti Badi’ah, dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan ketua RW, RT, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kelurahan Kubangsari agar distribusi bantuan tepat sasaran.
“Kami sudah mulai mengoperasikan dapur umum sejak semalam. Mulai dari makan malam hingga sarapan pagi, agar warga tetap terpenuhi kebutuhan makannya,” katanya.
Di tengah kondisi darurat, dapur umum menjadi denyut solidaritas yang menjaga dapur warga tetap mengepul. Dengan dana yang terbatas, pemerintah kelurahan dan masyarakat berupaya memastikan satu hal sederhana namun krusial: tidak ada warga yang kelaparan selama masa bencana.
“Dengan dana seadanya, kami berupaya maksimal. Yang terpenting, warga kami tetap mendapatkan makanan yang layak,” pungkas Siti Badi’ah.
(Rais/Red*)















