CILEGON, WILIP.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon memperluas cakupan Program Beasiswa Cilegon Juare 2026. Tak hanya menyasar lulusan sekolah menengah, program ini kini menjangkau siswa aktif tingkat SMA, SMK hingga Madrasah Aliyah (MA), lengkap dengan penambahan kuota penerima.
Kebijakan ini menjadi sinyal kuat komitmen Pemkot Cilegon dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas dan merata. Perluasan sasaran dinilai sebagai langkah inklusif, sekaligus strategi menyiapkan generasi muda sejak dini agar lebih siap melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Apresiasi datang dari kalangan akademisi. Akademisi Unival, STIT Al Khairiyah sekaligus mantan Asisten Daerah (ASDA) I Pemkot Cilegon, H. Tatang Muftadi, menilai kebijakan ini sebagai langkah tepat dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
“Ini langkah yang sangat baik. Dengan merangkul siswa SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah, Pemkot menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap seluruh anak daerah tanpa membedakan latar belakang pendidikan,” ujarnya, Minggu, 12 April 2026.
Menurutnya, program ini bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan Kota Cilegon. Ia menyebut dampaknya akan terasa dalam beberapa tahun ke depan, seiring meningkatnya kualitas generasi muda yang berdaya saing.
Selain perluasan sasaran, keterlibatan Forum CSR dan Badan Pusat Statistik (BPS) juga menjadi sorotan. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai mampu memperkuat program, baik dari sisi pembiayaan maupun ketepatan data penerima.
Pemanfaatan dana CSR, khususnya untuk mendukung kelas persiapan, dianggap sebagai langkah strategis. Dunia industri diharapkan tidak hanya menjadi pengguna tenaga kerja, tetapi juga ikut berperan dalam proses mencetak sumber daya manusia unggul.
Di sisi lain, pembaruan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi perhatian penting. Validitas data dinilai krusial agar program ini benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan dan tidak salah sasaran.
Pemkot Cilegon juga berencana menambah kuota sebanyak 200 pelajar pada Agustus 2026. Penambahan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal, terutama oleh keluarga kurang mampu.
H. Tatang pun mengingatkan pentingnya peran orang tua dan guru bimbingan konseling dalam mempersiapkan siswa agar tidak melewatkan peluang tersebut.
“Ini kesempatan emas. Harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar ke depan Cilegon tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga sebagai kota yang melahirkan generasi intelektual,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, Program Beasiswa Cilegon Juare 2026 tak hanya menjadi program bantuan, tetapi juga bagian dari upaya besar membangun masa depan pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Kota Cilegon.
(Has/Red*)















