CILEGON, WILIP.ID — Semangat baru pasca-libur Idul Fitri 1447 Hijriah terasa kuat di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah Citangkil Cilegon. Momentum kebersamaan itu diwujudkan melalui Pengajian Bulanan yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal civitas akademika, Sabtu, 11 April 2026, di Pendopo Majelis Ilmu Al-Khairiyah.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan itu dihadiri jajaran dosen, staf, mahasiswa, hingga perwakilan lembaga pendidikan di bawah naungan Pengurus Besar Al-Khairiyah. Tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, acara tersebut juga menjadi panggung penguatan visi kampus dalam memperluas layanan pendidikan Islam di Kota Cilegon.
Wakil Ketua I STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon, Faizudin, M.Pd., yang hadir mewakili Ketua STIT Al-Khairiyah, membuka acara dengan menyampaikan pesan silaturahmi sekaligus optimisme terhadap perkembangan kampus.
Dalam sambutannya, Faizudin menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh civitas akademika usai menjalani bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Namun di balik suasana penuh keakraban itu, ia juga membawa kabar penting terkait pengembangan institusi.
STIT Al-Khairiyah, kata dia, kini resmi membuka dua program studi baru, yakni Perbankan Syariah dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Kehadiran dua prodi tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi berbasis keislaman dan profesionalitas.
“Ini menjadi bagian dari ikhtiar kampus dalam memperluas kontribusi pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Faizudin.
Tak berhenti di situ, STIT Al-Khairiyah juga tengah mempersiapkan lompatan besar berikutnya. Kampus tersebut saat ini sedang menjalani proses pengajuan program Pascasarjana (S2) Pendidikan Agama Islam (PAI).
Faizudin meminta doa dan dukungan seluruh civitas akademika agar proses pengajuan tersebut berjalan lancar dan segera terealisasi.
Kegiatan Halal Bihalal semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan KH Muktiilah, MM.Pd. Dalam ceramahnya, ia mengulas makna mendalam Halal Bihalal sebagai ruang membersihkan hati sekaligus memperkuat ukhuwah dan semangat menuntut ilmu.
Salah satu pesan yang paling menyita perhatian jamaah adalah filosofi “hidup bermula dari titik”. Menurut KH Muktiilah, setiap perjalanan besar manusia selalu dimulai dari niat sederhana yang kemudian dijaga dengan konsistensi dan kesungguhan.
Ia juga mengingatkan mahasiswa dan tenaga pendidik bahwa proses menuntut ilmu tidak selalu berjalan mudah. Ada fase-fase berat yang harus dilalui demi mencapai kemuliaan di masa depan.
“Belajarlah walaupun terkadang langkah itu harus dipaksakan. Meski terasa berat di awal, paksaan itu adalah demi kebaikan dan kemuliaan di masa depan,” tutur KH Muktiilah di hadapan para jamaah.
Pesan tersebut disambut antusias peserta pengajian. Bagi banyak mahasiswa, tausiyah itu menjadi suntikan motivasi untuk kembali fokus menjalani aktivitas akademik usai libur panjang Idul Fitri.
Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan musafahah antarpeserta. Suasana haru dan hangat tampak mewarnai akhir kegiatan, menjadi simbol kuatnya ikatan kekeluargaan di lingkungan STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon.
Di tengah persaingan dunia pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, STIT Al-Khairiyah menunjukkan bahwa penguatan akademik tidak harus meninggalkan nilai-nilai tradisi, spiritualitas, dan kekeluargaan. Justru dari ruang-ruang sederhana seperti pengajian dan silaturahmi itulah, semangat membangun peradaban ilmu terus dirawat.
(Has/Red*)















