Milad ke-9 PIAUD STIT Al-Khairiyah Cilegon, Momentum Cetak Mahasiswa Kreatif dan Berakhlak

CILEGON, WILIP.ID — Semangat membangun generasi pendidik anak usia dini yang kreatif, adaptif, dan berkarakter terus digaungkan Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon. Momentum itu tampak kuat dalam perayaan Milad ke-9 Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PIAUD yang digelar khidmat di Pendopo kampus, Sabtu (2/5/2026).

Mengusung tema “Semangat Milad ke-9: Berkarya, Berdaya dan Berakhlak dalam Membangun Himpunan Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini”, kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, milad menjadi ruang konsolidasi gagasan sekaligus panggung lahirnya mahasiswa PIAUD yang siap menjawab tantangan pendidikan modern.

Di tengah arus perubahan dunia pendidikan yang semakin dinamis, HMJ PIAUD mencoba menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki daya saing, kreativitas, dan fondasi akhlak yang kuat.

Acara dibuka langsung oleh Wakil Ketua I STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon, Faizudin, M.Pd. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi terhadap perkembangan Prodi PIAUD yang dinilai mengalami kemajuan signifikan selama sembilan tahun terakhir.

Menurutnya, kemajuan sebuah program studi tidak dapat dipisahkan dari sinergi antara dosen dan mahasiswa. Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun kultur organisasi yang sehat, produktif, dan berorientasi pada penguatan karakter.

“PIAUD harus mampu melahirkan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan sosial. Di sinilah pentingnya organisasi mahasiswa menjadi ruang pembentukan kepemimpinan dan akhlak,” ujarnya.

Perayaan milad semakin terasa hangat saat prosesi pemotongan tumpeng dilakukan Ketua Program Studi PIAUD, Dr. Sholatul Hayati, M.Pd. Prosesi tersebut menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan panjang Prodi PIAUD sekaligus doa bersama untuk masa depan yang lebih progresif dan gemilang.

Tak hanya sarat makna, kegiatan ini juga menampilkan kreativitas mahasiswa melalui pertunjukan seni tari dari mahasiswi PIAUD. Penampilan tersebut sukses memukau tamu undangan dengan perpaduan gerakan energik, nuansa tradisional, dan pesan edukatif tentang dunia anak usia dini.

Penampilan itu seakan menjadi penegasan bahwa mahasiswa PIAUD bukan hanya calon pendidik di ruang kelas, tetapi juga agen kreativitas yang mampu menyampaikan nilai pendidikan melalui seni dan budaya.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir acara. Jajaran struktural kampus, dosen, hingga seluruh mahasiswi PIAUD turut hadir meramaikan momentum milad yang penuh semangat kebersamaan tersebut.

Milad ke-9 HMJ PIAUD STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan usia. Ia menjelma menjadi refleksi perjalanan organisasi mahasiswa dalam membangun identitas akademik yang progresif, religius, dan berorientasi pada masa depan pendidikan anak usia dini menuju Indonesia Emas.

(Has/Red*)