CILEGON, WILIP.ID — Proses seleksi Komisaris Independen PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, sorotan datang dari Ketua Umum HMI Cabang Cilegon, Tb Rizki Andika, yang meminta tim panitia seleksi bekerja secara transparan, profesional, dan terbuka agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Menurut Rizki, posisi komisaris di tubuh BUMD strategis seperti PT PCM tidak boleh dipandang sekadar jabatan formal ataupun ruang kompromi politik. Ia menilai, perusahaan daerah yang bergerak di sektor kepelabuhanan dan kemaritiman membutuhkan figur yang benar-benar memahami dunia bisnis pelabuhan, logistik, hingga tata kelola perusahaan yang sehat.
“Komisaris PT PCM harus diisi orang-orang yang memahami bisnis kemaritiman dan tata kelola perusahaan yang baik. Jangan sampai proses seleksi hanya menjadi formalitas untuk melegitimasi calon tertentu,” kata Rizki, Kamis (14/5/2026).
Sorotan terhadap proses seleksi mencuat setelah muncul dugaan adanya sejumlah pendaftar yang masih memiliki kedekatan maupun afiliasi dengan partai politik tertentu. Kondisi tersebut dinilai rawan memunculkan konflik kepentingan apabila tidak dijelaskan secara terbuka kepada publik.
Karena itu, HMI Cabang Cilegon mendesak panitia seleksi tidak hanya menerima dokumen administratif semata, tetapi juga berani membuka bukti pengunduran diri peserta apabila sebelumnya aktif sebagai pengurus maupun kader partai politik.
“Kalau memang benar sudah mengundurkan diri dari partai politik, sebaiknya surat pengunduran dirinya dipublikasikan secara terbuka agar tidak menimbulkan kecurigaan dan polemik di masyarakat,” ujarnya.
Bagi Rizki, transparansi menjadi poin penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap proses seleksi komisaris PT PCM. Terlebih, perusahaan tersebut saat ini dinilai tengah berada dalam fase pertumbuhan positif dan mulai menunjukkan kinerja bisnis yang menjanjikan.
Di tengah iklim investasi dan aktivitas industri yang terus berkembang di Kota Cilegon, keberadaan PT PCM dianggap memiliki peran strategis dalam mendukung sektor kepelabuhanan dan logistik daerah. Karena itu, pengisian jabatan komisaris dinilai tidak bisa dilakukan secara serampangan ataupun berdasarkan kepentingan politik jangka pendek.
“PT PCM saat ini sedang tumbuh menjadi BUMD yang profitable. Maka seluruh proses seleksi harus mengedepankan merit system, integritas, dan kompetensi agar perusahaan semakin maju dan mampu memberikan kontribusi besar bagi daerah,” tegasnya.
Pernyataan HMI Cabang Cilegon itu sekaligus menjadi pengingat bahwa publik kini tidak hanya melihat hasil akhir seleksi, tetapi juga mengawasi prosesnya. Di tengah tuntutan tata kelola perusahaan yang bersih dan profesional, transparansi pansel menjadi ujian penting untuk memastikan PT PCM benar-benar dikelola oleh figur yang memiliki kapasitas, rekam jejak, dan independensi.
(Has/Red*)















